Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2026 | 05.00 WIB

Kebutuhan Talenta Kendaraan Listrik Meningkat, Sekolah Mulai Perkuat Kompetensi Industri

Talenta mekanik kendaraan listrik pada bangku SMK. (Istimewa) - Image

Talenta mekanik kendaraan listrik pada bangku SMK. (Istimewa)

JawaPos.com - Perkembangan industri kendaraan listrik tak hanya membutuhkan pertumbuhan penjualan dan infrastruktur, tetapi juga tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai. Kebutuhan tersebut mulai direspons pendidikan vokasi dengan mengubah bengkel praktik menjadi teaching factory yang mengacu pada standar industri, termasuk pengembangan kompetensi konversi sepeda motor listrik.

Salah satunya dilakukan di SMK Dinamika Jakarta, melalui kolaborasi yang menjadi Teaching Factory Teknik Sepeda Motor dalam mendukung pengembangan kompetensi kendaraan listrik melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero).

Para siswa tidak hanya memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih modern, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi hingga sebagian guru dan siswa dipercaya menjadi asesor sertifikasi konversi sepeda motor listrik.

General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, mengatakan bahwa potensi generasi muda akan berkembang ketika didukung oleh ekosistem yang tepat.

Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi salah satu kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten menghadapi tantangan masa depan.

"Melihat sekolah bisa terus bertumbuh dan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi yang diakui tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat jangka panjang," ujar Munawwar di Jakarta, dikutip Senin (10/8).

Program tersebut dilaksanakan PLN UIP2B Jamali melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) dengan menghadirkan bantuan peralatan praktik sekaligus membuka akses pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik.

Dampak program tersebut kini terlihat nyata. Bengkel praktik yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran telah berkembang menjadi Teaching Factory Teknik Sepeda Motor.

"Para siswa tidak lagi sekadar mempelajari teori konversi kendaraan listrik, tetapi telah mampu melakukan praktik sesuai standar industri, menghasilkan karya, serta membangun budaya kerja yang semakin profesional," ujarnya.

Perkembangan tersebut bahkan melampaui ekspektasi. Sejumlah guru dan siswa kini dipercaya menjadi bagian dari asesor sertifikasi konversi sepeda motor listrik di Kota Duri.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore