Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 23.44 WIB

Mobil Hybrid Makin Laris, tapi Jangan Harap Insentif Tambahan dari Pemerintah

Mobil hybrid Toyota Yaris Cross varian GR yang terpanjang di pameran GJAW 2024. - Image

Mobil hybrid Toyota Yaris Cross varian GR yang terpanjang di pameran GJAW 2024.

JawaPos.com - Pemerintah memberikan sinyal bahwa mobil hybrid belum tentu mendapat insentif tambahan pada 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pasar mobil hybrid sudah tumbuh positif dan teknologi ini mampu menjadi solusi di tengah infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang masih berkembang.

Pemerintah belum berencana memberikan tambahan insentif mobil hybrid pada 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pasar mobil hybrid saat ini sudah tumbuh positif.

Airlangga menilai teknologi hybrid masih menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan elektrifikasi, terutama karena infrastruktur pengisian daya mobil listrik berbasis baterai atau BEV (Battery Electric Vehicle) belum sepenuhnya merata.

"Hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini menjadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV," ujar Airlangga saat ditemui di GIIAS 2026, (7/8).

Penjualan Mobil Hybrid Naik 47 Persen

Pertumbuhan pasar menjadi salah satu alasan pemerintah belum melihat kebutuhan untuk menambah insentif mobil hybrid.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil hybrid sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 42.367 unit.

Angka tersebut meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Penjualannya mencapai 5.003 unit, naik 187,4 persen secara tahunan.

Insentif Hybrid Dinilai Sudah Cukup

Airlangga mengatakan dukungan pemerintah terhadap kendaraan hybrid sebelumnya diberikan untuk mendorong produksi kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.

Saat ini, sejumlah mobil hybrid sudah diproduksi secara lokal. Karena itu, pemerintah menilai insentif yang tersedia sudah berjalan sesuai tujuan.

"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah nasional," kata Airlangga.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore