
DFSK E5 Plus versi setir kanan resmi melakoni debutnya di ajang International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong. (DFSK)
JawaPos.com - DFSK mulai menunjukkan keseriusannya menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah diperkenalkan secara global, DFSK E5 Plus versi setir kanan resmi melakoni debutnya di ajang International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong.
Kehadiran model ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang mendapat prioritas dalam strategi ekspansi global DFSK, khususnya untuk kendaraan berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Peluncuran E5 Plus versi setir kanan juga menjadi langkah penting bagi DFSK untuk memperluas jangkauan produk di negara-negara dengan sistem kemudi kanan, termasuk Indonesia yang saat ini menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
Mengapa DFSK E5 Plus Menarik untuk Pasar Indonesia?
Di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan, teknologi PHEV mulai dianggap sebagai solusi yang paling realistis bagi banyak pengguna.
Berbeda dengan mobil listrik murni, kendaraan PHEV menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem. Pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk mobilitas harian yang lebih hemat, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas melakukan perjalanan jauh tanpa khawatir kehabisan daya baterai.
Konsep ini dinilai cocok dengan karakter penggunaan kendaraan keluarga di Indonesia yang sering digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota.
DFSK E5 Plus sendiri diposisikan sebagai SUV keluarga yang menawarkan kabin lapang, kapasitas hingga tujuh penumpang, serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding kendaraan bermesin konvensional.
Salah satu hal yang menarik dari kehadiran DFSK E5 Plus adalah komitmen produksi lokal yang disiapkan untuk model ini.
PT Sokonindo Automobile memastikan E5 Plus akan diproduksi di fasilitas manufaktur DFSK yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten.
Pabrik tersebut telah menerapkan standar industri 4.0 dengan tingkat otomatisasi tinggi melalui penggunaan teknologi robotik.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai produksi global DFSK, tetapi juga membuka peluang ekspor ke berbagai negara yang menggunakan kendaraan setir kanan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
