
Membeli mobil baru bisa jadi pilihan buat konsumen yang nggak ingin ribet mengecek kondisi kendaraan seperti saat membeli bekas. (Istimewa)
JawaPos.com - Konsumen yang berencana membeli mobil baru dalam waktu dekat mungkin perlu bersiap menghadapi perubahan harga. Industri otomotif nasional saat ini tengah menghadapi tekanan biaya yang semakin besar akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga, hingga lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut membuat sejumlah agen pemegang merek (APM) mulai mempertimbangkan penyesuaian harga kendaraan di tengah upaya menjaga daya beli pasar yang masih menunjukkan tren positif.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa sejumlah agen pemegang merek (APM) tengah mengevaluasi strategi harga seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan pelemahan kurs memberikan dampak langsung terhadap biaya produksi kendaraan.
Pasalnya, industri otomotif nasional masih bergantung pada berbagai komponen dan bahan baku impor yang transaksinya menggunakan mata uang asing.
Menurut Kukuh, kondisi tersebut membuat sebagian produsen harus menghitung ulang struktur biaya agar operasional bisnis tetap berjalan sehat.
“Beberapa anggota kemungkinan perlu melakukan penyesuaian harga karena pengaruh nilai tukar rupiah,” ujarnya, beberapa waktu alu di Jakarta.
Tekanan terhadap industri tidak hanya datang dari kurs mata uang. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,5 persen juga dinilai dapat memengaruhi minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.
Hal ini karena mayoritas transaksi pembelian mobil di Indonesia masih dilakukan melalui fasilitas kredit. Ketika bunga pembiayaan meningkat, cicilan kendaraan ikut naik sehingga konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian.
Di saat yang sama, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi turut menjadi faktor yang membebani pasar. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
