
Suasana pangkalan bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.
JawaPos.com - Nama PO Antar Lintas Sumatera (ALS) kembali menjadi perhatian publik setelah kecelakaan maut yang melibatkan armadanya dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5) siang.
Insiden tersebut menewaskan 16 orang akibat kebakaran hebat yang muncul setelah tabrakan terjadi. Bahkan dalam video yang banyak beredar di media sosial, terlihat dampak dari kecelakaan tersebut sangat mengerikan.
Di balik peristiwa tragis itu, ALS sebenarnya merupakan salah satu perusahaan otobus paling legendaris di Indonesia. Perusahaan ini dikenal luas sebagai 'raja jalur Sumatera' karena kiprahnya melayani rute antarkota lintas provinsi dengan perjalanan jarak jauh hingga puluhan jam, berikut sejarahnya.
PO ALS didirikan pada 29 September 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Perusahaan ini dirintis oleh tujuh bersaudara bermarga Lubis, yakni H. Sati Lubis, Nursewan, Jasanti, Jagu Lembang, Muhammad Arif, Hanafiah, dan satu anggota keluarga lainnya.
Baca Juga:Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk BBM: 16 Orang Tewas, Kegagalan Sistem Keselamatan jadi Sorotan
Pada awal berdirinya, keluarga Lubis lebih dulu menjalankan usaha angkutan hasil pertanian sebelum akhirnya merambah bisnis transportasi penumpang. Langkah itu kemudian menjadi cikal bakal lahirnya salah satu perusahaan bus terbesar di Pulau Sumatera.
Armada pertama yang digunakan adalah Chevrolet C50 dengan trayek awal Medan–Kotanopan dan Medan–Bukittinggi. Di era tersebut, perjalanan darat antarkota masih sangat terbatas sehingga kehadiran ALS menjadi solusi transportasi penting bagi masyarakat.
Memasuki tahun 1970-an, ALS mulai memperluas jaringan trayeknya ke berbagai kota besar di Sumatera. Pada 1972, perusahaan ini telah melayani rute hingga Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.
Ekspansi itu membuat nama ALS semakin dikenal sebagai pelopor layanan bus antarkota antarprovinsi jarak jauh. Tidak hanya menghubungkan kota-kota besar di Sumatera, ALS juga dikenal mampu menjangkau wilayah dengan akses transportasi yang saat itu masih terbatas.
Seiring berkembangnya bisnis, kantor pusat perusahaan kemudian dipindahkan dari Kotanopan ke Medan untuk mempermudah operasional dan pengelolaan jaringan trayek yang terus meluas.
Kesuksesan di Sumatera membuat ALS mulai membuka jalur ke Pulau Jawa. Rute menuju Jakarta menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perusahaan tersebut.
Tak berhenti di ibu kota, ALS kemudian memperpanjang trayek hingga Jawa Timur dan bahkan sempat mencapai Bali. Dengan jarak tempuh ribuan kilometer, ALS dikenal memiliki salah satu rute bus terpanjang di Indonesia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
