
Mobil konsep milik Honda dengan dibekali tenaga listrik. (carscoops).
JawaPos.com - Industri otomotif global saat ini berada dalam fase penyesuaian besar terkait pengembangan kendaraan listrik. Tidak semua produsen bergerak ke arah yang sama—sebagian mempercepat langkah, sementara yang lain memilih menahan ekspansi.
Perubahan ini dipicu oleh kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Permintaan kendaraan listrik masih fluktuatif, di sisi lain biaya produksi dan investasi tetap tinggi.
Akibatnya, banyak perusahaan mulai meninjau ulang strategi mereka.
Di satu sisi, Toyota justru mengambil pendekatan berbeda. Pabrikan asal Jepang ini tetap agresif dengan rencana meluncurkan sejumlah model listrik baru, sambil mempertahankan portofolio hybrid dan mesin konvensional.
Strategi ini dinilai memberi fleksibilitas menghadapi perubahan pasar.
Namun, tidak semua produsen mengambil langkah serupa. Honda misalnya, mulai mengurangi fokus pada sejumlah proyek mobil listrik dan kembali memperkuat lini hybrid.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap permintaan EV yang dinilai belum konsisten.
Langkah serupa juga terlihat pada Stellantis yang menunda beberapa proyek kendaraan listrik, termasuk rencana pikap listrik. Sementara itu, Ford dan General Motors memilih menyesuaikan volume produksi agar lebih selaras dengan kondisi pasar, tanpa menghentikan pengembangan EV sepenuhnya.
Di Eropa dan Amerika Serikat, Volkswagen juga melakukan penyesuaian dengan menunda ekspansi model listrik tertentu.
Berbeda dengan itu, Mercedes-Benz tetap melanjutkan pengembangan EV, namun tetap mempertahankan opsi mesin bensin dan hybrid.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
