
Launching Motor Listrik Sprinto di Excelso SUB Sentral Tunjungan, Surabaya, Kamis (8/1). (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com-Pasar motor listrik di Surabaya dan Jawa Timur terus menggeliat. Kota dengan tingkat mobilitas tinggi tersebut menjadi salah satu target utama produsen kendaraan listrik roda dua, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi harian yang efisien dan ramah lingkungan.
Salah satu pemain baru yang masuk ke pasar Surabaya adalah Sprinto, motor listrik urban dari Indomobil eMotor. Kehadirannya menambah pilihan di segmen skuter listrik menengah yang menyasar penggunaan harian di wilayah perkotaan dengan lalu lintas padat.
Sprinto dirancang untuk karakter berkendara stop-and-go yang umum ditemui di Surabaya. Motor listrik berdaya 3,5 kW dipadukan dengan torsi instan 195 Nm, yang membuat respons akselerasi terasa cepat sejak awal putaran. Dalam pengujian internal, motor ini diklaim mampu melaju dari 0–50 km/jam dalam waktu 6,4 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 90 km/jam.
Spesifikasi tersebut menempatkan Sprinto sebagai motor listrik yang cukup adaptif untuk jalan kota maupun jalur penghubung antarwilayah di Jawa Timur. Apalagi, motor ini dibekali tiga mode berkendara: comfort, sport, dan boost, yang memungkinkan pengendara menyesuaikan performa dengan kondisi lalu lintas.
Untuk kebutuhan jarak tempuh harian, Sprinto menggunakan baterai lithium berkapasitas 2,45 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 110 kilometer dalam kondisi tertentu. Angka ini dinilai mencukupi untuk aktivitas komuter dalam kota tanpa harus sering melakukan pengisian daya.
Dari sisi fitur, Sprinto membawa sejumlah teknologi yang kini mulai menjadi perhatian konsumen motor listrik. Di antaranya traction control system, hill start assist, reverse mode, hingga regenerative braking. Panel instrumen digital berbasis layar sentuh juga terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk memantau status kendaraan.
Sales Area Manager PT Indomobil Emotor Internasional, Andre Tambajong, menyebut Surabaya menjadi pasar penting karena karakter mobilitas warganya yang tinggi dan semakin terbuka terhadap kendaraan listrik.
’’Sprinto kami hadirkan sebagai solusi mobilitas yang efisien untuk penggunaan harian di kota. Surabaya dan Jawa Timur punya potensi besar karena kebutuhan transportasinya tinggi, sementara konsumen mulai mempertimbangkan motor listrik dari sisi kepraktisan dan biaya operasional,” ujarnya.
Baca Juga: Motor Listrik Sudah Jadi Kebutuhan, Jenama Lokal Penuhi Kebutuhan Sodorkan Bandrol Realistis
Secara dimensi, Sprinto memiliki panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.115 mm, serta ground clearance 150 mm. Ukuran ini dirancang agar tetap nyaman bermanuver di kepadatan lalu lintas perkotaan. Berat kosongnya tercatat 107,5 kg, dengan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang coil spring. Di Surabaya, Sprinto dipasarkan dengan harga Rp27,1 juta on the road. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
