Ilustrasi komponen radiator motor
JawaPos.com - Overheat pada mesin motor sering kali dianggap remeh, padahal kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan yang serius jika tidak ditangani dengan baik. Mesin yang mengalami suhu berlebih tidak hanya akan mengurangi performanya, tetapi juga dapat memperpendek umur komponen penting di dalamnya.
Berita baiknya, risiko overheat sebenarnya dapat diminimalkan dengan melakukan perawatan yang tepat dan menerapkan kebiasaan sederhana. Dengan pemahaman yang baik mengenai komponen sistem pendinginan dan melakukan pengecekan secara rutin, kamu bisa menjaga mesin motor agar tetap dalam kondisi optimal.
Berikut adalah tujuh cara untuk mencegah overheat pada mesin motor, yang dirangkum dari informasi yang tersedia di laman Suzuki Indonesia!
1. Rutin Mengganti Cairan Coolant
Untuk motor yang sudah dilengkapi dengan sistem pendingin cairan, coolant memiliki peran yang sangat penting. Cairan ini berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, bahkan saat digunakan dalam perjalanan jauh atau di tengah kemacetan.
Penting untuk mengganti coolant secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun. Jika dibiarkan terlalu lama, volume coolant dapat berkurang atau kualitasnya menurun, sehingga tidak mampu meredam panas dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan mesin lebih rentan terhadap overheat.
2. Rajin Membersihkan Radiator
Radiator bertugas untuk mengeluarkan panas dari mesin ke udara. Selama penggunaan, debu dan kotoran dari lingkungan akan menempel pada kisi-kisi radiator, yang dapat menghambat proses pendinginan.
Jika radiator tidak dibersihkan secara teratur, aliran udara menjadi terhambat, sehingga panas dari mesin sulit untuk dibuang. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membersihkan radiator secara rutin agar kinerjanya tetap optimal dan mesin terhindar dari suhu yang berlebihan.
3. Mengganti Oli Mesin Secara Teratur
Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga berperan dalam membantu meredam panas yang dihasilkan akibat gesekan antar komponen mesin. Ketika oli sudah kotor atau volumenya berkurang, kemampuannya dalam menjaga suhu mesin juga akan menurun.
Idealnya, oli perlu diganti setiap motor menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer atau setiap 2 hingga 3 bulan sekali. Dengan menggunakan oli yang selalu dalam kondisi baik, performa mesin dapat terjaga dan risiko overheat dapat diminimalkan.
4. Memilih Oli yang Sesuai dengan Jenis Motor
Tidak semua jenis oli cocok untuk semua motor. Motor matic dan motor bertransmisi manual memiliki karakteristik mesin yang berbeda, sehingga jenis oli yang digunakan pun harus disesuaikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022