Konferensi pers Astra Auto Fest 2025 di Menara Astra, Jakarta, Senin (1/12). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com-Menjelang penutupan tahun 2025, unit bisnis pembiayaan mulai mencatat perkembangan kinerja di sejumlah segmen, termasuk kendaraan roda dua, roda empat, hingga alat berat. Aktivitas penyaluran pembiayaan terus berlangsung mengikuti kondisi permintaan dan ritme pasar pada periode akhir tahun.
Salah satu unit bisnis Astra Financial, Astra Credit Companies (ACC) yang berfokus pada pembiayaan roda empat mengungkapkan perkembangan terkini terkait market share. Chief Marketing & Sales Officer Astra Credit Companies, Tan Chian Hok oun ment bahwa industri otomotif cukup menantang pada 2025.
“Pusat pembiayaan kita berdasarkan APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia), itu market share-nya tough. Itu kita menguasai 25 persen market share. Jadi 25 persen market share perusahaan pembiayaan empat roda itu ada di Astra Financial, di dalamnya ada Toyota Astra Finance dan Astra Credit Companies,” ungkap Tan Chian Hok di Menara Astra, Jakarta, Senin (1/12).
Sementara itu, secara pertumbuhan pembiayaan, total pembiayaan pada roda empat berada di angka kurang lebih Rp 85 triliun atau naik kurang lebih 5 persen. Alhasil, laba perusahaan tumbuh sekitar 8 persen.
“Jadi satu prospek kita lihat bahwa pembiayaan itu sendiri memang otomotif market-nya turun, tapi secara pembiayaan kita ada kenaikan. Ya, jadi itu kurang lebih yang terjadi selama 10 bulan pembiayaan tahun 2025 ini,” tukas dia.
Teruntuk prospek 2026 nanti, dia mengungkapkan masih akan terus naik. Hal ini seiring dengan mobilitas masyarakat dan kebutuhan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Director FIFGROUP, Daniel Hartono, menjelaskan kinerja pembiayaan dari sisi roda dua. Dia mengungkapkan bahwa market share berdasarkan APPI berada di angka 39 persen.
“Secara market share APPI itu kita di angka 39 persen di tahun ini. Kemudian kalau kita lihat kinerja FIFGROUP sendiri secara setengah tahun pertama semester 1 2025 pertumbuhan finance kita di angka 7,9 persen,” ungkap dia.
“Kemudian kalau secara laba kita itu di angka 3,8 persen. Mungkin rasanya optimisme bersama seperti semangat kita bahwa bagaimana tahun depan kinerja kita bisa lebih baik dari tahun ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Handri Susanto, Operation Direction SANF juga mengungkapkan performa pembiayaan alat berat pada Astra Financial. Adapun laba bersih yang dihasilkan dari pembiayaan alat berat turun sekitar 1 persen.
“Pembiayaan Astra sepanjang tahun 2025 memang meningkat 14 persen dan menghasilkan nilai pembiayaan sekitar Rp 11,2 triliun. Namun hal ini, kita mengkontribusikan mengkoreksi dari sisi laba bersih yang dihasilkan dari pembiayaan alat berat perusahaan pembiayaan Astra turun sekitar 1 persen atau senilai Rp 169 miliar,” tukasnya.
Hanya saja, dia yakin pertumbuhan atas marketshare Astra Financial sepanjang 2026 menunjukan tren positif. “Seiring dengan ekonomi makro yang membaik dan juga komoditi yang akan terus terkoreksi positif,” tutup dia. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022