
Ilustrasi bagasi mobil. (Freepik)
JawaPos.com - Saat keluarga bepergian jauh, terutama saat liburan, biasanya mobil diisi penuh dengan barang bawaan, baik itu di dalam kabin maupun menggunakan roof box di bagian atas. Tak jarang, ruang kabin menjadi penuh sesak tanpa celah kosong karena semua kompartemen dipadati barang.
Namun, kondisi seperti ini sebenarnya adalah pemahaman yang keliru dan bisa berbahaya. Penting diingat bahwa meskipun memiliki bagasi luas, setiap mobil memiliki batas beban maksimum yang tidak boleh dilanggar.
Memenuhi kendaraan dengan barang berlebih mungkin mengorbankan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Tetapi, membawa penumpang dan barang secara berlebihan tidaklah dibenarkan.
Pada kenyataannya, banyak pemilik mobil yang sering mengabaikan aturan yang telah dijelaskan secara detail dalam buku panduan kendaraan terkait kapasitas maksimal angkut barang. Mobil atau kendaraan apa pun memiliki batas daya angkut berdasarkan spesifikasinya.
Memaksakan mobil untuk membawa terlalu banyak penumpang dan barang dapat menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan, mudah oleng, boros bahan bakar, kesulitan menanjak, hingga kemampuan pengereman yang terganggu. Jika tetap dilakukan, risiko kecelakaan yang serius mungkin terjadi.
Agar daya angkut mobil tetap optimal dan perjalanan menjadi aman serta nyaman tanpa mengurangi keseruan liburan Anda, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah ulasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi daya angkut kendaraan hingga cara menghitungnya.
Komponen yang Mempengaruhi Daya Angkut Mobil
Untuk memahami daya angkut dengan baik, Anda perlu mengenal komponen-komponen berikut:
1. Berat Kosong Kendaraan (Curb Weight): Berat kendaraan dalam kondisi kosong—tanpa penumpang dan barang muatan—namun sudah termasuk cairan seperti bahan bakar, oli, dan cairan pendingin.
2. Berat Kotor Kendaraan (Gross Vehicle Weight - GVW): Berat total kendaraan saat ini, mencakup seluruh penumpang, barang bawaan, dan bahan bakar.
3. Kapasitas Angkut Beban (Payload Capacity): Jumlah beban maksimal yang bisa dibawa oleh kendaraan. Nilai ini didapat dengan menghitung selisih antara GVWR (Gross Vehicle Weight Rating) dan berat kosong kendaraan.
Cara Menghitung Daya Angkut Mobil
Menghitung daya angkut kendaraan sebenarnya cukup sederhana jika mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Cari Tahu GVWR Mobil Anda: Informasi mengenai GVWR biasanya tertera pada pelat informasi di bagian pintu pengemudi atau di buku manual kendaraan. Sebagai contoh, jika GVWR mobil Anda adalah 2.500 kg.
2.Tentukan Berat Kosong Kendaraan: Data ini juga dapat ditemukan di buku manual atau pelat informasi pada mobil Anda. Katakanlah berat kosong kendaraan adalah 1.500 kg.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
