
Peluncuran mobile branch ACC, strategi jemput bola perusahaan pembiayaan di tengah lesunya perekonomian. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah perlambatan ekonomi nasional dan menurunnya daya beli masyarakat, industri pembiayaan kendaraan terus berinovasi untuk bertahan dan menarik minat konsumen.
Berbagai cara dilakukan, seperti salah satu pemain besar di sektor ini, Astra Credit Companies (ACC), memperkenalkan strategi baru dengan meluncurkan tujuh unit cabang bergerak (ACC Mobile Branch) yang siap menjangkau daerah-daerah potensial di Indonesia.
Langkah ini mencerminkan tren terbaru di industri pembiayaan, di mana perusahaan dituntut untuk lebih adaptif menghadapi perubahan perilaku konsumen. Termasuk lebih fleksibel dengan langsung 'jemput bola' ke masyarakat.
Seperti diketahui, dalam situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya, masyarakat kini lebih selektif dalam memilih perusahaan pembiayaan, tidak hanya mencari suku bunga rendah, tetapi juga kecepatan layanan, kemudahan akses, dan reputasi keamanan transaksi.
Peluncuran ACC Mobile Branch dilakukan di kantor pusat ACC, Jakarta Selatan, dengan dihadiri jajaran eksekutif perusahaan, termasuk Chief Marketing & Sales Officer Tan Chian Hok baru-baru ini.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan sekaligus mempercepat proses pembiayaan, terutama di wilayah dengan potensi pasar tinggi seperti Kalimantan, Jawa Timur, dan Sumatera.
“ACC Mobile Branch diharapkan dapat mempercepat proses penjualan dan mendukung diler otomotif yang berada jauh dari kantor cabang utama. Dengan layanan bergerak ini, masyarakat di daerah bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat,” ujar Tan Chian Hok.
Unit cabang bergerak ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor penjualan, tetapi juga menyediakan konsultasi pembiayaan, simulasi kredit, hingga pelayanan dokumen langsung di lokasi.
ACC sendiri menargetkan operasional penuh Mobile Branch mulai akhir 2025, untuk menopang pertumbuhan pembiayaan di tahun 2026.
Industri Pembiayaan Hadapi Tantangan Berat
Kinerja industri pembiayaan kendaraan memang tengah menghadapi tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan pembiayaan baru pada semester II-2025 melambat akibat kenaikan suku bunga acuan dan ketatnya likuiditas perbankan.
Namun, kebutuhan kendaraan pribadi dan niaga tetap menjadi pendorong utama pasar, terutama di sektor-sektor produktif seperti logistik dan perdagangan.
Banyak ahli menilai inovasi seperti cabang bergerak menjadi langkah adaptif yang dapat meningkatkan efisiensi dan menjangkau konsumen baru, terutama di wilayah non-perkotaan yang selama ini kurang terlayani.
Tips Memilih Perusahaan Pembiayaan yang Aman
Bagi masyarakat yang berencana membeli kendaraan dengan sistem kredit, penting untuk lebih cermat memilih lembaga pembiayaan yang terpercaya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
