
VinFast VF3. (Istimewa)
JawaPos.com - Kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini sedang dilanda perang harga, salah satunya dilakukan produsen otomotif asal Tiongkok seperti BYD yang meluncurkan Atto 1 dengan harga Rp 195 juta di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Di samping ini, MG Motors juga memangkas harga mobil mereka di Indonesia dengan MG4 EV yang mulanya dibanderol Rp 640 juta, mengalami revisi harga tiga kali menjadi Rp 395 jutaan atau turun Rp 240 jutaan.
Bahkan, produsen otomotif asal Tiongkok lainnya seperti BAIC dan Chery juga menurunkan harga mobilnya di Indonesia. BAIC memotong harga BJ40 Plus hingga Rp 92 jutaan, sementara Chery memangkas harga E5 hingga Rp 105 jutaan.
Melihat tren seperti ini, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan bahwa pihaknya tak akan terlibat dalam perang harga, melainkan fokus ke ekosistem.
Hal ini disampaikannya di sela-sela HSBC Business Dialogue 2025, Jakarta, Selasa (28/10).
“Memang istilahnya yang banyak terjadi sekarang kan perang harga dan sebagainya. Tapi strategi kami tidak bisa ikut ke dalam perang harga tersebut. Jadi kalau strategi tetap fokus di ekosistem, karena ini memerlukan biaya besar. Memerlukan komitmen jangka panjang,” kata Kariyanto kepada JawaPos.com.
Spesifiknya, ekosistem tersebut yakni seperti adanya taksi VinFast dan battery subscription atau sewa baterai. Opsi ini diberikan secara alternatif kepada pelanggan dengan penawaran yang lebih ekonomis.
“Jadi orang kalau pengen misal harga yang lebih ekonomis. Bisa ambil yang sewa baterai,” tukas dia.
“VF3 itu kok beli termasuk baterai itu Rp 192 juta. Tapi kalau baterai sewa itu Rp 152 juta. Selisihnya Rp 40 juta. Sewa baterai hanya Rp 253.000 per bulan. Jadi itu sangat ekonomis,” tutup pria yang akrab disapa Kerry ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
