ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay)
JawaPos.com-Kandungan etanol hingga kini masih jadi perbincangan hangat. Terlebih, senyawa jenis ini terdapat pada BBM impor PT Pertamina Patra Niaga (PPN) yang disinyalir jadi penyebab mundurnya sejumlah penyedia BBM swasta.
Hal ini tentu membuat sejumlah lapisan masyarakat was-was sekaligus bertanya-tanya mengenai kandungan maksimal batas aman etanol pada kendaraan yang dimilikinya.
Melihat hal ini, pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan, bahwa mesin modern kendaraan produksi tahun 2010 ke atas berada pada kondisi aman, meskipun mengonsumsi BBM dengan kandungan etanol hingga 10 persen (E10).
“Umumnya komponen karet dan logamnya sudah kompatibel dan aman. Bahkan direkomendasikan karena dapat meningkatkan oktan untuk mencegah knocking serta dapat mengurangi emisi CO hingga 30 persen tanpa merusak sistem bahan bakar,” kata Yannes kepada JawaPos.com, Rabu (8/10).
Meski begitu, setiap jenis atau merek motor tentu memiliki batasan berbeda. Dia menyarankan, alangkah lebih baiknya untuk melihat terlebih dahulu buku panduan agar sesuai dengan spesifikasi motor yang dimiliki. “Sangat disarankan untuk membaca dulu buku panduan pabriknya masing-masing brand yang dimiliki,” jelasnya.
Di sisi lain, Yannes turut menjelaskan apa itu Etanol. Menurutnya, senyawa jenis ini merupakan bahan terbarukan yang dibuat dari semacam alkohol dari tumbuhan seperti tebu, jagung, atau singkong, lewat proses fermentasi yang kemudian bisa dicampur ke bensin.
“(Etanol bisa juga untuk) antiseptik atau keperluan bagi industri makanan dan farmasi. Dalam konteks BBM, etanol ditambahkan untuk membantu pembakaran yang lebih bersih dan mengurangi polusi,” ungkap dia.
Dia menuturkan, pencampuran etanol pada BBM sejatinya telah banyak digunakan untuk menurunkan kadar polutif. Cara ini juga telah dipakai oleh sejumlah negara seperti Thailand, Brasil, AS, India, dan sejumlah beberapa negara eropa lainnya.
“Secara umum, BBM yang digunakan di banyak negara saat ini mengandung etanol dalam kisaran E5 hingga E10 (BBM mengandung 5 persen hingga 10 persen etanol),” tutur Yannes.
“Nah, E5 – E10 cukup untuk meningkatkan oktan tanpa resiko kerusakan atau penurunan tenaga dan sebagian besar mesin sudah kompatibel dan bisa menangani etanol dalam BBM dengan aman,” tuturnya. (*)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
