
Ilustrasi berkendara di jalan tol. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Berkendara di jalan tol memang terasa lebih lancar dibandingkan jalan biasa. Namun di balik kenyamanan itu tersimpan risiko besar jika pengemudi tidak mematuhi aturan.
Kecepatan kendaraan yang tinggi membuat setiap kelalaian bisa berujung pada kecelakaan fatal. Karena itu, penting bagi setiap pengendara memahami etika dan aturan dasar saat melintas di jalan tol.
Sayangnya, masih banyak pengemudi yang menyepelekan hal-hal kecil yang justru menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Mulai dari tidak memperhatikan batas kecepatan, salah jalur, hingga menggunakan bahu jalan untuk mendahului.
Padahal, aturan-aturan ini dibuat demi menjaga keselamatan bersama. Berikut 5 tips penting agar perjalanan kamu di jalan tol tetap aman dan nyaman seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia!
Hal paling mendasar adalah memperhatikan batas kecepatan. Kementerian Perhubungan telah menetapkan batas minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam di jalan tol.
Mengemudi di bawah atau di atas batas tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko besar menimbulkan kecelakaan.
Pengemudi harus tetap berada di jalur kiri, sementara jalur kanan hanya diperuntukkan untuk mendahului. Banyak pengemudi pemula mengabaikan hal ini, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Dengan berada di jalur yang tepat, kamu bisa menjaga kecepatan sekaligus membuat perjalanan lebih aman.
Kecepatan tinggi di jalan tol membuat penggunaan lampu sein jadi sangat penting. Memberi tanda sebelum berpindah jalur membantu pengendara lain mengantisipasi gerakan kamu.
Jangan terburu-buru saat memotong jalur, pastikan lalu lintas di belakang sudah aman, dan selalu jaga jarak dengan kendaraan sekitar.
Salah satu pelanggaran yang sering dilakukan adalah menggunakan bahu jalan untuk mendahului. Padahal, bahu jalan hanya diperuntukkan untuk keadaan darurat, seperti kendaraan mogok. Tindakan ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara lain.
Menjaga jarak 10-20 meter dengan kendaraan di depan sangat penting untuk menghindari kecelakaan. Jika terlalu dekat, kamu tidak punya ruang untuk bereaksi saat kondisi darurat terjadi. Dengan jarak aman, kamu juga lebih leluasa memantau kondisi lalu lintas dan tetap tenang saat mengemudi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
