Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 22.01 WIB

5 Tips Rahasia Berkendara Aman di Jalan Tol, Biar Sampai ke Tujuan dengan Selamat

Ilustrasi berkendara di jalan tol. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi berkendara di jalan tol. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Berkendara di jalan tol memang terasa lebih lancar dibandingkan jalan biasa. Namun di balik kenyamanan itu tersimpan risiko besar jika pengemudi tidak mematuhi aturan. 

Kecepatan kendaraan yang tinggi membuat setiap kelalaian bisa berujung pada kecelakaan fatal. Karena itu, penting bagi setiap pengendara memahami etika dan aturan dasar saat melintas di jalan tol.

Sayangnya, masih banyak pengemudi yang menyepelekan hal-hal kecil yang justru menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Mulai dari tidak memperhatikan batas kecepatan, salah jalur, hingga menggunakan bahu jalan untuk mendahului. 

Padahal, aturan-aturan ini dibuat demi menjaga keselamatan bersama. Berikut 5 tips penting agar perjalanan kamu di jalan tol tetap aman dan nyaman seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia!

1. Kendalikan Kecepatan Sesuai Aturan

Hal paling mendasar adalah memperhatikan batas kecepatan. Kementerian Perhubungan telah menetapkan batas minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam di jalan tol.

Mengemudi di bawah atau di atas batas tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko besar menimbulkan kecelakaan.

2. Jalur Kanan Hanya untuk Mendahului

Pengemudi harus tetap berada di jalur kiri, sementara jalur kanan hanya diperuntukkan untuk mendahului. Banyak pengemudi pemula mengabaikan hal ini, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Dengan berada di jalur yang tepat, kamu bisa menjaga kecepatan sekaligus membuat perjalanan lebih aman.

3. Gunakan Lampu Isyarat Saat Pindah Jalur

Kecepatan tinggi di jalan tol membuat penggunaan lampu sein jadi sangat penting. Memberi tanda sebelum berpindah jalur membantu pengendara lain mengantisipasi gerakan kamu.

Jangan terburu-buru saat memotong jalur, pastikan lalu lintas di belakang sudah aman, dan selalu jaga jarak dengan kendaraan sekitar.

4. Bahu Jalan Bukan untuk Menyalip

Salah satu pelanggaran yang sering dilakukan adalah menggunakan bahu jalan untuk mendahului. Padahal, bahu jalan hanya diperuntukkan untuk keadaan darurat, seperti kendaraan mogok. Tindakan ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara lain.

5. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain

Menjaga jarak 10-20 meter dengan kendaraan di depan sangat penting untuk menghindari kecelakaan. Jika terlalu dekat, kamu tidak punya ruang untuk bereaksi saat kondisi darurat terjadi. Dengan jarak aman, kamu juga lebih leluasa memantau kondisi lalu lintas dan tetap tenang saat mengemudi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore