Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 01.20 WIB

Michelin Siap Jawab Tantangan Pasar Otomotif Indonesia dengan Teknologi dan Inovasi

Tim Redaksi JawaPos.com berkunjung ke kantor Michelin Indonesia di kawasan Pondok Indah, Jaksel, pada Jumat. (11/7). (Dimas Choirul) - Image

Tim Redaksi JawaPos.com berkunjung ke kantor Michelin Indonesia di kawasan Pondok Indah, Jaksel, pada Jumat. (11/7). (Dimas Choirul)

JawaPos.com-Pasar otomotif Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah-tengah itulah, Michelin Indonesia hadir menjawab kebutuhan pasar lokal melalui inovasi teknologi, keberlanjutan yang ramah lingkungan, dan kenyamanan berkendara. Dengan pengalaman global lebih dari satu abad dan kehadiran di Indonesia sejak 2011, Michelin tak hanya menjual ban, tetapi juga menawarkan solusi mobilitas masa depan yang lebih baik.

"Kami selalu menghadirkan solusi untuk mobilitas yang lebih baik, memberikan inovasi dan juga kualitas yang tinggi terhadap konsumer kami," ujar President Director Michelin Indonesia, Ichayut Kanittasoontorn saat ditemui dalam kunjungan redaksi JawaPos.com ke kantor Michelin Indonesia di kawasan Pondok Indak, Jaksel, Jumat (11/7).

Ia menegaskan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar, terutama seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap ban yang mengutamakan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan. Menjawab kebutuhan tersebut, Michelin menghadirkan berbagai lini produk untuk kendaraan penumpang, roda dua, truk dan bus, hingga sektor pertambangan. Mereka juga mengusung sejumlah sub-brand seperti BFGoodrich, Corsa, dan Michelin Two Wheels untuk menjangkau berbagai segmen.

Namun lebih dari sekadar diversifikasi produk, inovasi menjadi kunci utama Michelin dalam mempertahankan relevansi di pasar. Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Michelin Acoustic Technology, yang awalnya dikembangkan untuk kendaraan listrik (EV).

Menurut Ichayut, teknologi ini mengurangi kebisingan pada roda melalui busa akustik khusus yang kini diadopsi oleh sejumlah merek global. "Kita banyak teknologi yang tidak diikuti dan tidak boleh diikuti oleh brand lain," tegas Ichayut. Salah satu contohnya adalah Velvet Technology, yang memberikan tampilan visual lebih menonjol pada dinding ban. Teknologi ini eksklusif milik Michelin, dan menjadi identitas kuat, terutama pada segmen premium dan big bike.

Dari Sirkuit ke Jalanan

Salah satu pendekatan unik Michelin adalah prinsip from track to street, yaitu menerapkan teknologi yang teruji di lintasan balap ke penggunaan harian di jalan raya. Hal ini dilakukan demi menghadirkan performa, daya tahan, dan keamanan maksimal pada ban konsumen.

"Ban itu paling capek dipakai di mana? Di track. Karena di situ ban dipaksa, di abuse. Kalau dia bertahan di sana, otomatis di jalan raya dia akan punya durability yang lebih baik," jelas Product Marketing Manager Michelin Indonesia Fachrul Rozi.

Teknologi seperti silika compound, misalnya, dikembangkan untuk menurunkan rolling resistance yang berdampak pada efisiensi bahan bakar dan emisi karbon. Hampir seluruh lini produk roda empat Michelin kini mengadopsi teknologi ini, menegaskan komitmen perusahaan terhadap isu lingkungan.

Strategi Pasar EV dan Pendekatan Long Lasting Performance

Di tengah percepatan tren kendaraan listrik, Michelin berada di posisi strategis. Tak hanya menghadirkan produk khusus seperti Pilot Sport EV dan E-Primacy untuk mobil listrik, Michelin juga mengklaim seluruh lini bannya kompatibel untuk kendaraan listrik, bahkan sejak sebelum EV marak.

"Michelin selalu punya load index lebih tinggi dibanding kompetitor, mileage lebih panjang, dan noise lebih rendah. Artinya, dengan pertambahan EV ini, kita sudah siap sejak sebelum EV ada," kata Fachrul.

Beberapa pabrikan EV global yang kini mengandalkan ban Michelin sebagai Original Equipment (OE) adalah Hyundai Ioniq 5, Genesis, hingga BYD dan X-Pang.

Melihat ke depan, Michelin tak berhenti pada teknologi akustik atau velvet saja. Fokus kini diarahkan pada pengembangan material dan formula ban yang mampu memberikan keseimbangan antara grip optimal dan usia pakai yang panjang. Inilah yang disebut sebagai Long Lasting Performance Technology.

"Bagaimana kita bisa create ban ini grip-nya bagus, tapi long-lasting performanya? Berarti formula yang dirubah. Dan itu tidak bisa di-adopt oleh brand lain," ujarnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore