
GWM Haval Jolion. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pasar otomotif Tiongkok sedang panas karena dua produsen mobil terbesar di negara itu sedang bersitegang. Yaitu, BYD dan Great Wall Motors (GWM).
Ketegangan itu dipicu seorang eksekutif BYD mengecam komentar yang mengkhawatirkan dari kepala GWM yang menyebut industri sedang dalam kondisi tidak sehat akibat perang harga.
Dilansir Reuters, saham produsen mobil Tiongkok seperti BYD, Nio, dan XPeng anjlok minggu ini setelah kepala GWM, Wei Jianjun, secara terbuka khawatir tentang perang harga Tiongkok yang semakin dalam. Terjadinya tekanan harga yang menghantam laba perusahaan mobil dan pemasok.
Dalam pernyataannya pada Jumat (30/5) lalu, Wei menyamakannya dengan raksasa properti, Evergrande meskipun tidak menyebut secara eksplisit brand apa pun.
Melihat hal ini, Li Yunfei selaku manajer umum branding dan hubungan masyarakat BYD mengatakan, tidak ada krisis seperti yang dialami Evergrande di antara produsen mobil terkemuka. Dia bahkan menegaskan bahwa spekulasi daring yang diterangkan oleh Wei merujuk pada BYD.
Dalam posting panjang di Weibo, Li membela rasio utang terhadap aset BYD sebesar 70 persen dan utang lebih dari CNY 580 miliar dengan membuat perbandingan bersama perusahaan seperti Ford, Boeing, dan Toyota. Ia mengatakan bahwa ini adalah hasil dari pertumbuhan BYD yang pesat bahkan ketika beberapa pesaingnya mengalami stagnasi.
Li menjelaskan, BYD berencana untuk meminta pertanggungjawaban hukum kepada pengguna daring yang menyebarkan spekulasi tersebut dan telah menyerahkan bukti kepada otoritas Tiongkok. Sampai saat ini, GWM tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Perang harga mobil di Tiongkok menunjukkan sedikit tanda-tanda akan mereda meskipun ada pernyataan kekhawatiran dari produsen mobil dan pelaku industri Tiongkok.
Setidaknya satu produsen mobil Tiongkok lainnya telah angkat bicara mendukung Wei dari GWM. Zhu Huarong, kepala produsen mobil milik negara, Changan, mengatakan dalam rapat pemegang saham tahunan bahwa komentar Wei merupakan pengingat bagi industri bahwa mereka perlu lebih memperhatikan risiko.
Tak hanya kali ini, GWM dan BYD sebelumnya pernah berselisih di depan umum. Pada 2023, GWM bahkan mengumumkan telah mengajukan laporan kepada regulator Tiongkok terhadap BYD, dengan mengatakan dua model hibrida terlaris BYD tidak memenuhi standar emisi.
Belakangan tahun itu, BYD menyerukan agar industri otomotif Tiongkok bersatu dan menghancurkan legenda lama pasar global yang kemudian menuai teguran dari GWM.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
