
Honda eN1 mobil listrik Honda yang resmi diperkenalkan namun tidak untuk di jual melainkan menggunakan sistem sewa selama 5 tahun.
JawaPos.com - Honda punya strategi untuk menjadi pemimpin industri kendaraan listrik dengan target elektrifikasi 100% pada tahun 2040.
Strategi Honda terkait mobil listrik dengan menetapkan target penjualan EV yang ambisius secara global.
Selain itu Honda juga akan merestrukturikan pengadaan dan produksi, mengembangkan model-model EV yang inovatif serta melakukan investasi finansial yang signifikan.
Strategi Masif juga dilakukan dengan membangun fasilitas charging station, unit display, dan peralatan khusus untuk perbaikan kendaraan listrik.
Honda juga memberikan rangsangan dengan menawarkan kemudahan kepemilikan melalui Honda Electrified Experience Package.
Di Indonesia dalam bagian strategi Honda memperkenalkan teknologi hybrid e:HEV bahkan ada rencana untuk memproduksi mobil hybrid secara lokal. Honda juga bekerjasama dengan Sony untuk mengembangkan EV
Komitmen Honda di Tanah Air semakin kuat dengan menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan dengan meluncurkan ekosistem Honda Electrified Experience di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 beberapa waktu lalu.
Inisiatif ini memperkenalkan kendaraan listrik dan membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari produk, layanan purna jual, infrastruktur, hingga skema kepemilikan yang inovatif.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, sempat mengungkapkan bahwa inovasi Honda bukan hanya tentang kecepatan adaptasi teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen melalui pengalaman dan konsistensi.
“Honda tidak hanya menghadirkan mobil listrik, tetapi juga membangun ekosistem yang lengkap agar konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan bebas khawatir,” ujar Billy..
Bahkan di IIMS 2025 Honda juga meluncurkan Honda e:N1 sebagai produk elektrifikasi pertama Honda di Indonesia. Namun mobil yang mengusung DNA khas Honda dengan desain sporty, performa bertenaga, serta pengalaman berkendara yang tetap fun to drive tidak dijual melainkan hanya disewakan atau subscription.
Jika merasa berminat untuk memilikinya, maka Honda menyarankan untuk mengikuti skema sewa yang sudah disiapkan. Sistem sewa ini sebenarnya difokuskan untuk konsumen bussines to bussines (B2B), namun tidak menutup kesempatan untuk konsumen perorangan.
Angka lima tahun merupakan jangka waktu yang banyak diincar oleh perusahaan yang hendak melakukan sewa kendaraan untuk kebutuhan operasional.
"Kami tidak mengumumkan harga jual, hanya sewa sebesar Rp22 juta sebulan selama lima tahun. Tapi kalau di tengah jalan ingin (membeli), bisa berdiskusi dengan mitra bisnis kami,” kata Billy.
Strategi Elektrifikasi di Indonesia

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
