Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 16.56 WIB

Google Bagikan 5 Tips Bikin Konten Iklan Video di YouTube, Catat Kalau Mau Cuan dan Produkmu Laris Manis

Ilustrasi: YouTube menjelma jadi platform untuk distribusi iklan video. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: YouTube menjelma jadi platform untuk distribusi iklan video. (Istimewa)

JawaPos.com – Di era digital, konten video sangat populer dan efektif sebagai alat pemasaran. Menyadur data e-Conomy SEA 2024, diketahui terdapat peningkatan pesat konsumsi konten video di Indonesia, menjadikannya pasar dengan pertumbuhan unggahan video tercepat kedua di Asia Tenggara. 

Video juga memegang peran penting dalam keputusan pembelian. Dengan 44 persen pembeli online di Asia Tenggara mengandalkan konten video untuk mencari informasi.

Dan, di tengah persaingan ketat, banyak merek berhasil memanfaatkan iklan sebagai media membangun koneksi emosional dengan audiens. 

Dengan bantuan Gemini, tahun ini Google menganalisis 13.000 iklan di YouTube dari tahun 2024, dan menemukan beberapa kunci kesuksesan sebuah konten iklan video yang menarik. Bisa ditiru, berikut lima tips bikin iklan video YouTube yang berpotensi mendatangkan cuan.

  1. Kebebasan durasi

Batasan durasi iklan 15 atau 30 detik kini tidak lagi relevan. Tanpa pembatasan durasi, YouTube mendukung merek untuk berkreasi dengan kreatif dalam menghadirkan narasi cerita yang menarik.

Menurut Gemini, dari 44 persen iklan YouTube teratas yang dianalisis, termasuk iklan shorts dan in-stream, memiliki durasi lebih panjang daripada iklan tradisional dengan 52 persen di antaranya berdurasi lebih dari 15 detik.

  1. Iklan yang tak terasa seperti iklan

Audiens modern semakin cerdas dan kritis. mereka mampu membedakan iklan yang bercerita dengan jujur dengan iklan sebatas jualan.

Gen Z, khususnya, menghargai keaslian dan tidak tertarik pada iklan hard selling. Oleh karena itu, iklan yang autentik dan soft selling akan lebih relevan dan efektif.

  1. Kolaborasi dengan kreator lain

Kemampuan para kreator di YouTube berhasil menarik audiens yang loyal. Kemitraan dengan kreator membantu menjangkau audiens baru maupun lama dengan cara yang lebih personal.

Menurut Gemini, iklan yang melibatkan kreator sering menggunakan elemen interaktif dan produksi lo-fi (low fidelity) untuk terhubung lebih dalam dan membangun kepercayaan audiens.

98 persen audiens mengatakan lebih mempercayai kreator YouTube dibandingkan kreator di platform media sosial lainnya.

  1. Gunakan basis penggemar 

YouTube adalah tempat di mana kegembiraan budaya massa bertemu dengan semangat budaya kreator, juga rumah bagi berbagai komunitas penggemar. 

Merek dapat memanfaatkan kekuatan fandom atau basis penggemar untuk menciptakan iklan yang relevan dengan minat audiens yang spesifik. Dari mulai penggemar K-pop hingga Coachella, apa pun yang diminati, ada tempatnya di YouTube.

  1. Mengikuti arus tren

Terakhir, dinamika tren di YouTube sangat cepat berubah. Mampu mengikuti dan memanfaatkan tren terbaru memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan iklan yang viral dan diperbincangkan.

Dengan fleksibilitas format dan durasi, YouTube memungkinkan koneksi autentik yang menghasilkan iklan efektif. Bereksperimen melalui iklan video yang kreatif dapat mendorong kedekatan dengan audiens, membangun loyalitas, hingga mencapai tujuan. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore