Mazda CX-80 PHEV yang dijual di Indonesia. (mazda.co.id)
JawaPos.com - Pada Rabu (22/1), PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sekaligus distributor kendaraan Mazda di Tanah Air resmi meluncurkan Mazda CX-80 ke pasar Indonesia. Mobil itu menambah jajaran model Mazda yang dipasarkan di Indonesia.
CX-80 menyusul saudara satu basisnya, Mazda CX-60, yang terlebih dahulu meluncur di Indonesia tahun 2023 lalu. Sekilas, desain kedua mobil tersebut tampak mirip dan hanya dibedakan dimensi bodinya. Namun juga terdapat perbedaan-perbedaan lain pada spesifikasi CX-60 dan CX-80 yang beredar di Indonesia.
Pertama adalah dimensi bodi. CX-60 memiliki panjang 4,74 meter, lebar 1,89 meter, tinggi 1,687.5 meter (tipe Pro) serta 1,686.5 meter (tipe Elite dan Kuro), dan jarak antar sumbu roda 2,87 meter. Sedangkan CX-80 panjangnya 4,99 meter, lebar 1,89 meter, tinggi 1,713 meter, dan jarak antar sumbu roda 3,12 meter.
Dari data tersebut, CX-60 dan CX-80 hanya sama di lebar bodi. Selebihnya, CX-80 lebih panjang, lebih tinggi, dan jarak antar sumbu rodanya lebih jauh. Hal itu yang mengizinkan CX-80 memiliki konfigurasi jok tiga baris, sedangkan CX-60 hanya dua baris.
Perbedaan selanjutnya ada pada mesin yang digunakan. CX-60 memiliki dua opsi jantung pacu, yaitu bensin 3.300cc turbo dengan sistem hybrid ringan (mild hybrid) untuk tipe Elite dan Kuro serta bensin 2.500cc naturally aspirated di tipe Pro.
Untuk yang 3.300cc turbo mild hybrid, tenaga yang dihasilkan 280 Daya Kuda (DK) pada putaran mesin 5.000 hingga 6.000 rpm dan torsi 450 Nm di 2.000-3.500 rpm.
Oleh karena mild hybrid, Mazda juga membekali dengan baterai berkapasitas kecil, yaitu hanya 0,33 kWh. Sedangkan yang 2.500cc naturally aspirated tenaganya 185 DK pada 6.000 rpm dan torsi 250 Nm di 3.000 rpm. Mesin tersebut sama dengan yang dipakai Mazda CX-5.
Walaupun mesinnya beda sendiri, tipe Pro tetap berpenggerak semua roda (AWD) seperti Elite dan Kuro. Sementara itu, CX-80 hanya tersedia satu mesin untuk pasar Indonesia, yaitu bensin 2.500cc PHEV yang membuatnya menjadi mobil plug-in hybrid Mazda pertama di Tanah Air sekaligus model elektrifikasi ketiga setelah MX-30 dan CX-60. Terdapat dua pilihan tipe, Elite dan Kuro, dengan mesin yang sama.
Total gabungan tenaga dari mesin bakar dan motor listrik adalah 327 PS di 6.000 rpm serta torsi 500 Nm pada 4.000 rpm. Tidak seperti CX-60 yang sistemnya mild hybrid, CX-80 memakai plug-in hybrid sehingga perlu dicas seperti layaknya mobil listrik murni.
Namun keuntungannya, CX-80 dapat berjalan dengan mode energi listrik penuh tanpa sokongan mesin bakarnya sejauh 60 kilometer. Hal tersebut tentu dapat menghemat konsumsi bahan bakar secara signifikan. Baterai CX-80 bertipe lithium-ion dengan kapasitas 17,8 kWh. Seperti CX-60, CX-80 juga berpenggerak AWD.
Baik CX-60 maupun CX-80 sama-sama telah dibekali teknologi-teknologi canggih, seperti kamera 360 derajat dan seperangkat fitur keselamatan aktif bernama i-Activsense. Fitur-fitur yang terdapat di dalamnya antara lain Rear Cross-Traffic Alert (RCTA), Blind Spot Monitoring (BSM), dan Lane Keep Assist System (LAS).
CX-60 dijual dengan harga Rp 799.000.000 (Pro) dan Rp 1.188.800.000 (Elite dan Kuro). Sedangkan CX-80 Elite dan Kuro sama-sama dibanderol Rp 1.199.900.000. Hal itu berarti CX-80 serta CX-60 Elite dan Kuro hanya berselisih Rp 11,1 juta. Dengan catatan sedikit mengesampingkan CX-60 Pro karena tidak mendapat sentuhan elektrifikasi serta harganya terpaut cukup jauh di bawah tipe Elite dan Kuro.
Jika tidak ingin repot mengecas dan suka sensasi berkendara dengan mesin turbo, CX-60 Elite atau Kuro dapat menjadi pilihan. Sedangkan kalau mengincar kehematan bahan bakar karena bisa jalan dengan mode energi listrik penuh tanpa sokongan mesin bakar sejauh 60 kilometer, CX-80 adalah pilihannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
