
Pak de Bei Budiono, kolektor belasan Mazda B600 atau Mazda Kotak.
JawaPos.com - Mudik adalah kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman. Dalam bahasa Jawa sendiri mudik merupakan singkatan dari mulih diluk yang artinya pulang ke kampung halaman sebentar. Dalam bahasa Betawi mudik adalah menuju Udik atau artinya menuju kampung atau pulang ke kampung.
Mudik juga seolah menjadi hal yang wajib dilakukan anak rantau untuk kembali ke kampung halamannya saat merayakan Lebaran. Betapa tidak, sekali setahun, mudik Lebaran menjadi momen yang pas untuk temu rindu dengan sanak keluarga di kampung, di udik untuk saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan di hari yang suci bagi umat Muslim.
Mengingat penting dan sakralnya perjalanan mudik, segala cara dilakukan untuk bisa sampai ke kampung halaman. Termasuk mungkin menggunakan mobil tua. Sensasi menempuh perjalanan jauh menggunakan mobil tua atau mobil antik memang beda. Unik. Ada deg-degannya dan menantang.
Bagi yang ingin menempuh perjalanan jauh dengan mobil tua, salah satu kolektor mobil antik kawakan Pak de Bei Budiono membagikan beberapa tips. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa saja? Simak berikut ini.
Persiapkan dengan Matang
Pertama, seperti halnya memperlakukan mobil muda atau kendaraan pada umumnya, yang perlu diperhatikan pertama kali adalah mempersiapkan segala aspeknya dengan matang. Mesin, kaki-kaki, kelistrikan semua harus sehat.
"Mudik dengan mobil tua memang nggak seenak pakai mobil muda. Tapi sensasinya itu lain. Beda. Tapi persiapannya harus matang," ujar Pak de Bei Budiono kepada JawaPos.com.
Sebelum diajak berjalan jauh, cek mesin dulu. Ganti oli, service dan lakukan pengecekan lengkap. Listrik, kaki-kaki, mesin, pastikan semua sehat dan siap diajak "ngegas" jauh.
Pilih Jam Tidak Ramai
Kemudian, yang perlu diperhatikan selanjutnya untuk menempuh perjalanan jauh dengan mobil tua adalah jam perjalanan. "Pilih jam yang tidak ramai. Supaya kita bisa menikmati perjalanan," lanjut Pak de Bei Budiono.
Hal ini memang agak sulit mengingat hampir tidak mungkin mencari jalan yang tidak macet di momen libur Lebaran. Cara menyiasatinya adalah dengan berangkat lebih awal, bisa pagi dini hari atau berhenti saat jam sibuk, menginap dulu di penginapan lalu lanjut lagi saat sepi. Itung-itung wisata.
Hindari Hari yang Banyak Dipilih Orang
Sama seperti memilih jam perjalanan, memilih waktu atau hari perjalanan juga perlu. Bisa berangkat lebih awal atau pulang lebih akhir. Kenapa? Hal ini karena mobil tua dari sisi endurance berbeda dengan mobil muda.
"Kalau orang-orang berangkat H-3 Lebaran, kita bisa pilih H-7. Waktu masih sepi. Pulangnya juga usahakan terakhir saja. Pas orang-orang sudah balik, kita baru balik," lanjut Pak de Bei Budiono.
Jangan Memaksakan Diri

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
