
Photo
JawaPos.com - PT Suzuki Indomobil Sales mengungkapkan, perusahaan sudah tidak lagi memasarkan motor bebek Suzuki Smash di Indonesia. Motor yang saat ini masih dijual di pasaran merupakan stok sisa saja.
Sales & Marketing Department Head PT SIS Teuku Agha menjelaskan, alasan Suzuki berhenti memproduksi motor bebek Suzuki Smash tersebut karena makin berkurangnya peminat motor model itu dan beralih pada model motor skutik. "Pasar sepeda motor jenis bebek itu mengecil. Cepat sekali, kalah sama matik. Jadi kami tidak produksi lagi," kata Teuku Agha di ICE BSD, Rabu (17/11).
Teuku Agha menyebut, Suzuki mulai menghentikan peoduk motor tersebut mulai semester satu tahun ini. Sehingga pihaknya hanya menghabiskan stok yang tersisa di diler saja. "Tinggal menghabiskan stok saja," ucapnya.
Seperti diketahui, Suzuki Smash adalah motor bebek yang cukup populer di Indonesia pada awal 2000-an. Hadir dengan desain agresif, kala itu Suzuki Smash menjadi motor bebek yang menantang dominasi Honda Supra.
Motor itu bertenaga mesin 113cc 4 tak, SOHC 2 katup berpendingin udara. Mesin 113cc ini mampu menyemburkan tenaga hingga 9,3 PS pada 8.000 rpm dengan torsi maksimal 9,1 Nm pada 6.000 rpm. Mesin sudah dibekali sistem bahan bakar fuel injection. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
