
Pameran mobil yang digelar Gaikindo di Serpong, Tangerang beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Dampak dari pandemi covid-19 memporakporandakan berbagai macam target semua sektor industri, termasuk otomotif. Seperti diketahui mulai Januari hingga September 2020 penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih masih terseok.
Tercatat selama sembilan bulan pertama hanya 407.380 unit mobil yang dibeli konsumen (ritel), bila diprosentasekan angka ini turun 46,4% dibanding periode sama tahun lalu. Menengok data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Januari hingga September 2019 lalu, penjualan mobil ke konsumen mencapai 759.938 unit.
Merek Toyota masih menempati urutan pertama penjualan mobil ke konsumen. PT Toyota Astra Motor (TAM) selama 9 bulan mampu mengirim mobil ke konsumen sebanyak 128.076 unit. Meskipun paling tinggi penjualannya, angka ritel Toyota ini juga terdampak, sehingga anjlok 46,5% dibanding penjualan di periode sama tahun lalu yaitu sebanyak 239.417 unit.
Sementara merek Daihatsu menempati posisi kedua dari daftar merek terlaris di rentang waktu yang sama. Meskipun Daihatsu berhasil membukukan penjuala ritel sebanyak 73.488 unit, namun angka ini juga mengalami penurunan dibanding pada 2019, yaitu sebanyak 133.000-an unit.
Penjualan ke diler (wholesales) di Januari hingga September tahun ini, tercatat sebanyak 372.406 unit. Jumlah ini masih ambles 49,3% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu, yang masih sebanyak 755.094 unit.
Menurut Senior Research Specialist Mandiri Institute Andre Simangunsong dalam dalam Webinar Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2021 (14/10) memproyeksi penjualan mobil di 2020 ini melorot 41,8 persen. Dengan perkiraan itu, penjualan mobil 2020 hanya sekitar 610 ribu unit dan semua segmen turun.
Ia mengatakan penurunan penjualan kemungkinan terjadi akibat virus corona. Pandemi tersebut berdampak buruk ke ekonomi dalam negeri dan daya beli masyarakat sehingga menekan angka penjualan. Namun, Andre memperkirakan penurunan tak akan berlangsung lama. Pihaknya yakin penjualan mobil bangkit lagi tahun depan.
Berdasar proyeksi lembaganya, penjualan mobil akan naik 38,7 persen menjadi 845 ribu unit pada periode waktu tersebut. Peningkatan akan berlanjut pada 2022 dan 2023. Pada 2022, Andre memperkirakan penjualan mobil mencapai 935 ribu atau naik 10,7 persen. Sementara itu pada 2023, penjualan akan naik 0,6 persen menjadi 941 ribu unit.
Disisi lain terkait untuk mendongkrak pasar Gaikindo resmi membatalkan penyelenggaraan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2020. Dimana sebelumnya direncanakan berlangsung 21-29 November nanti. Namun karena pandemi Covid-19 masih terjadi maka ditunda menjadi 9–17 Januari 2021.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022