
Photo
JawaPos.com - Pada 29 Januari 1886, founder Mercedes-Benz Carl Benz mengajukan paten kendaraan bermotor roda tiga yang diciptakannya untuk pertama kali di Berlin, Jerman. Sejak saat itu, hari bersejarah ini ditetapkan secara resmi sebagai hari kelahiran mobil.
Pada saat yang bersamaan dengan Benz, Gottlieb Daimler juga membangun kendaraan bermotor empat roda pertama. Kendati demikian, walaupun pada awalnya bekerja masing-masing, para pendiri Daimler AG dan brand Mercedes-Benz yang telah sukses secara global meletakkan batu pondasi untuk seluruh kendaraan penumpang saat ini, serta di segmen kendaraan niaga dan bus.
Sebagai sebuah mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen telah menjadi simbol kepioniran dari semangat kesempurnaan. Pada waktunya, kendaraan bermotor roda tiga ini menunjukkan bahwa mobilitas telah mencapai era yang baru dan kendaraan bermotor Daimler juga telah menjadi kendaraan bermotor roda empat pertama.
Benz Patent-Motorwagen (Mobil Benz Patent Motor) kini dipajang di Museum Nasional, Indonesia di Jakarta. Mobil pertama di dunia itu merupakan replika asli, satu dari 90 unit yang dibuat Mercedes-Benz dan dihibahkan untuk Indonesia.
Omong-omong soal spesifikasi, tenaga Benz Patent-Motorwagen bersumber dari mesin 954 cc satu silinder empat langkah. Desain kendaraan ini sudah memiliki beberapa fitur utama yang ditemukan di sebagian besar mesin pembakaran internal saat ini, termasuk kruk as (crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air.
Berbekal mesin tersebut, unit ini dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 0,55 kW pada 400 putaran per menit. Tampak kecil memang, namun pada saat itu, mobil ini jelas kendaraan paling cepat tanpa bantuan tarikan kuda.
Pada standar masa itu juga, mesin tersebut sangat ringan dengan berat sekitar 100 kilogram. Fitur khas lainnya adalah bak mesin terbuka, katup intake yang dapat digeser dengan gagang yang eksentrik, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram, pelatuk klep dan pushrod, serta menggunakan sistem pelumasan tetes.
Seperti bisa dilihat pada gambar, rancangan Benz pada saat itu menggunakan roda yang sangat besar terpasang secara horizontal pada sasis. Pemasangan roda besar dikatakan karena ia khawatir efek giroskopik dari pemasangan secara vertikal akan mengganggu kemudi dan stabilitas kendaraan.
Campuran bahan bakar dengan udara diproses melalui ‘permukaan’ atau karburator penguapan. Ada juga sebuah rancangan Benz lainnya yang juga berfungsi sebagai tangki bahan bakar 4,5 liter.
Kendaraan tersebut membutuhkan sekitar 10 liter bensin untuk setiap 100 kilometer perjalanan. Fakta bahwa kapasitas bahan bakar tidak memadai untuk jarak yang lebih jauh bukanlah masalah besar pada awalnya.
Tujuan utama Benz Patent-Motorwagen adalah untuk menunjukkan bahwa desain keseluruhan dan konsep kendaraan mobil tersebut sesuai dengan kegunaannya. Hingga sampai saat ini Mercedes-Benz terus berevolusi dengan kendaraan-kendaraan canggihnya dan tentunya dengan citra mewah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
