Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 September 2018 | 18.48 WIB

Kalau Enggak Mau Jebol, Ajak Motor Matikmu Ke Bengkel Resmi!

Pemeriksaan motor matic  dengan alat Diagnostic tools di bengkel resmi. - Image

Pemeriksaan motor matic  dengan alat Diagnostic tools di bengkel resmi.

JawaPos.com – Motor matik kerap mengidap 'penyakit' yang sukar diprediksi. Kadang motor mati secara tiba-tiba tanpa penyebab jelas. Padahal sebelumnya normal-normal saja. Adakala pengguna motor mengeluhkan motor matiknya baru di servis tapi tarikannya tetap berat.


Untuk kasus motor matik atau motor-motor yang menggunakan sistem injeksi yang dilengkapi Electronic Control Unit (ECU) sebagai otak motor, masalah ini sering muncul karena pengguna menganggap sepeleh setiap masalah yang ditunjukan melalui kedipan lampu indikator.


Gatot Prasetyo, Kepala Bengkel Shop&Bike Ciledug, Tangerang menyebutkan ECU motor matic sebagai otak motor. Di bagian jeroan matik terdapat throttle bodi dengan banyak sensor untuk merekam riwayat motor. Perangkat ini hatua dicek secara periodik untuk memastikan motor aman.


“Motor itu punya Eletric Control Unit, sistem komputer yang harus dibersihkan sampah-sampahnya. Misalnya motor pernah jatuh, atau lampu indikator menyalah karena oli-nya sudah harus diganti. Semuanya bisa diatasi. Tapi namanya sistem komputer kan riwayat itu harus dihapus. Kan masalalah itu jadi tumpukan sampah di sistem motor. Kalau tidak dihapus ya motor tidak performa,” terangnya pada JawaPos.com beberapa waktu lalu.


Ia mencontohkan penggunaan smartphone, setiap kali ada sampah atau choke beelebihan selalu ada pemberitahuan untuk dibersihkan dan bila itu dibaikan akan membuatnya lelet. Begitu juga motor, kerusakan yang sudah diberitahu lewat lampu indikator bisa diselesaikan tetapi masalah itu menjadi riwayat pada ECU yang harus dihapus.


“Jadi biasanya orang kebanyakan ke bengkel umum biasa untuk benarin tuh masalah motor seperti servis, ganti oli dan segala macam bisa selesai. Tapi kan di bengkel umum tak ada alat yang namanya Diagnosa Tools. Itu adanya di bengkel resmi. Nanti ECU motor dimasukan ke sistem komputer kemudian sampah-sampah dihapus. Jadi motor bisa enteng lagi,” ujarnya.


Untuk itu, dia menyarankan boleh memperbaiki kerusakan di bengkel umum, namun setiap 6 bulan bisa mampir di bengkel resmi untuk pengecekan dengan alat khusus yakni diagnosa tools, yang tidak dimiliki bengkel-bengkel umum.


 “Jadi dengan diagnosa tools itu, kita akan melihat sejarah motor tersebut. Motor pernah jatuh, pernah trouble dan riwayatnya belum terhapus, di alat tersebut bisa dilakukan pengecekan. Jadi dia bisa tahu masalah yang belum dikelarkan, atau  yang sudah dikelarkan tapi masih memiliki sejarah  yang akan menjadi sampah akan dihapus. Kalau tidak, penyebabnya tarikan pasti kurang responsif,  dan motor bisa jebol kalau kelamaan,” tukasnya.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore