Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Agustus 2018 | 02.33 WIB

Jokowi: Biodisel 20 Persen, Bisa Hemat Devisa USD 5,9 Miliar Setahun

Ilustrasi salah satu mobil masa depan di GIIAS 2018 - Image

Ilustrasi salah satu mobil masa depan di GIIAS 2018

JawaPos.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kebijakan pemerintah terkait mewajibkan campuran 20 persen bahan bakar nabati atau biodiesel dalam solar bisa menghemat devisa hingga USD 5,9 miliar dolar per tahun.


Jokowi menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi angka impor minyak sehingga mampu menekan defisit neraca transaksi berjalan di tengah kebutuhan impor migas yang tinggi dan terus merangkaknya harga minyak dunia.


Menurutnya, dengan asumsi rata-rata harga minyak mentah (crude oil) di level USD 70 per barel, dengan adanya kebijakan tersebut Presiden mengestimasi, peningkatan penyerapan biodiesel akan mengangkat harga minyak sawit, harga CPO menjadi USD 100 per ton.


“Kita negara butuh dollar, kita perlu dollar, dan sudah kita hitung asumsi minyak mentah 70 dolar per barrer asumsi peningkatan bio disel mengangkat CPO naik 100 dolllar per ton. Maka negara bisa hemat devisa 5,9 miliar dollar. Proses ini akan saya ikuti terus,” ujarnya di ICE BSD Tangerang, Kamis (2/8).


Jokowi menuturkan, pihaknya meminta dukungan kepada semua pihak lantaran penghematan tersebut hampir menyentuh USD 6 miliar. Sehingga, dapat menyelesaikan defisit transaksi berjalan (current account defisit).


“Lompatannya besar sekali kalau kita bisa mengimplementasikan itu maka negara bisa menghemat devisa sebesar 5,9 miliar dolar AS hampir 6 miliar dolar AS,” tuturnya.


Jokowi menambahkan, agar seluruh pelaku industri otomotif turut mengawal implementasi biodiesel 20 persen. Jika berkaca dengan negara Brazil yang tahun 1970 saja sudah bisa implementasi 100 persen kendaraan bioetanol dari produk lokal gula tebu. Seharusnya Indonesia yang punya produksi sawit dapat merealisasikan hal tersebut.


“Proses ini akan saya ikuti terus, karena biasanya kita kalau sudah rapat iya iya tapi keluar rapat lupa semua, sekarang enggak, saya ikuti terus,” tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore