
Ilustrasi sistem kelistrikan mobil. (Pinterest)
JawaPos.com - Mobil yang sering dipakai menempuh perjalanan jauh tidak hanya dituntut kuat di mesin dan kaki-kaki, tetapi juga harus prima di sektor kelistrikan. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang fokus pada performa mesin, namun lupa bahwa sistem kelistrikan juga bekerja ekstra selama perjalanan panjang.
Tanpa pengecekan dan perawatan yang tepat, perjalanan jauh justru bisa memicu berbagai gangguan kelistrikan, mulai dari aki melemah hingga komponen listrik yang rusak.
Agar kamu tidak mengalami masalah di tengah jalan atau setelah perjalanan, berikut sejumlah dampak perjalanan jauh terhadap sistem kelistrikan mobil yang perlu kamu waspadai seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Aki Menjadi Lemah Lebih Cepat
Perjalanan jauh membuat aki mobil bekerja jauh lebih berat dibandingkan penggunaan harian. Selama mobil melaju berjam-jam, aki terus menyuplai listrik ke berbagai komponen, mulai dari sistem pengapian, lampu, AC, hingga perangkat hiburan di dalam kabin.
Jika usia aki sudah tidak muda atau kondisinya kurang optimal, beban kerja yang tinggi ini bisa membuat dayanya cepat menurun. Ditambah lagi, cuaca panas saat perjalanan dapat mempercepat penguapan elektrolit aki, sehingga volume air aki berkurang dan performanya makin melemah. Jika dibiarkan, aki berisiko soak meski mobil terlihat normal sebelumnya.
2. Alternator Dipaksa Bekerja Lebih Keras
Tidak hanya aki, alternator juga merasakan dampak signifikan dari perjalanan jauh. Komponen ini bertugas mengisi ulang daya aki sekaligus menyuplai kebutuhan listrik mobil saat mesin menyala.
Dalam perjalanan panjang, alternator bekerja tanpa henti untuk menjaga kestabilan arus listrik. Jika beban terlalu besar atau durasi penggunaan terlalu lama, bagian seperti brush atau arang alternator bisa cepat aus. Akibatnya, proses pengisian daya ke aki menjadi tidak maksimal dan berpotensi menimbulkan gangguan kelistrikan lain.
3. Kabel-Kabel Listrik Berisiko Meleleh
Penggunaan mobil dalam waktu lama sering diiringi dengan pemakaian berbagai aksesori kelistrikan, seperti AC, audio, charger ponsel, hingga perangkat tambahan lainnya. Beban listrik yang terus-menerus meningkat dapat menyebabkan suhu di sistem kelistrikan ikut naik.
Dalam kondisi ekstrem, panas berlebih ini bisa membuat lapisan kabel listrik melemah bahkan meleleh. Jika hal ini terjadi, aliran listrik menjadi tidak stabil dan dapat memicu korsleting yang berisiko merusak komponen lain, bahkan berpotensi menimbulkan masalah serius pada mobil kamu.
4. Sekring Rentan Putus
Sekring berfungsi sebagai pengaman sistem kelistrikan mobil dari kelebihan arus. Namun, penggunaan listrik yang intens selama perjalanan jauh bisa membuat sekring bekerja di ambang batas kemampuannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
