
Ragam lini Desound di Desound Supermal Karawaci, Tangerang. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini sudah semakin marak saja. Bahkan, AI juga merambah pada perangkat-perangkat seperti audio.
Kini, perangkat-perangkat dengan dukungan AI juga semakin populer dan banyak dicari. Hal ini dikarenakan AI memberikan ragam dampak positif seperti pengontrolan yang bisa dilakukan melalui interaksi suara, tak hanya aplikasi ataupun tombol fisik seperti audio pada umumnya.
Menanggapi perkembangan ini, Rieki Lie, Regional Head Desound, yang merupakan salah satu pemain pada industri ini dan menaungi beragam merek populer seperti JBL hingga KEF, mengungkapkan bahwa pihaknya turut mengikuti tren ini. Bahkan grafik desain pada outletnya pun turut dilengkapi dengan AI.
Tak cukup sampai di situ, tentunya produk-produk yang dibawa juga telah didukung oleh AI dengan dukungan Voice Command. "Jadi, ada produk-produk speaker yang sudah bisa voice command, sudah menggunakan Google Assistant, Alexa, atau Siri. Jadi sudah ada di produk-produk audio, seperti itu," kata Rieki di Desound Supermal Karawaci, Tangerang, Kamis (23/10).
Di sisi lain, ia menyadari bahwa keadaan ekonomi Indonesia bahkan global sedang mengalami penurunan. Meski begitu, dirinya yakin perusahaannya tetap meraih market share yang diinginkan.
"Banyak sekali produk-produk baru launching setiap tahunnya. Jadi kami yakin dengan adanya barang baru, teknologi baru ini akan menjadi daya tarik, akan menjadi peminat audio, akan up to date atau mengikuti tren yang ada," jelas dia.
Alhasil, dirinya tetap optimis akan pertumbuhan market share penjualan perusahaan pada tahun depan. Terlebih, trennya terus mengalami pertumbuhan sejak tahun lalu.
Bahkan, pada tahun ini sudah terdapat sejumlah gerai atau outlet baru yang akan menambah performa penjualan dari Desound. Salah satunya yakni Desound Store Supermal Karawaci yang baru dibuka pada Kamis (23/10) hari ini.
Menurutnya, outlet ini menghadirkan konsep toko terbaru yang memadukan desain modern hingga teknologi audio terkini. Bahkan, outlet ini diharapkan bisa menjadi ruang inspiratif bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas mendengarkan audio dalam hidup mereka.
"Kami yakin tahun depan pasti akan lebih baik karena kita berharap dengan tim yang ada, dengan manajemen yang memberikan kesempatan dan mendorong kami terus untuk melakukan pembukaan toko, tentunya karena kita tahu juga Indonesia terdiri dari banyak kepulauan dan sangat luas sekali, kita yakin banyak potensi untuk tahun depan," tukasnya.
Sementara itu, Rieki berkeinginan bahwa Desound untuk menjadi lebih dari sekadar penyedia audio, melainkan destinasi dan konsultan bagi masyarakat dan sekitarnya untuk menemukan solusi audio terbaik sesuai kebutuhan.
"Melalui desain, konsep, dan pengalaman baru ini, kami berharap setiap pelanggan bisa merasakan bahwa audio bukan hanya tentang mendengar, tetapi juga tentang menikmati hidup dengan cara yang lebih bermakna," tutup dia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
