Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 02.52 WIB

Mobil ICE dan HEV Masih Jadi Pilihan di Tengah Gempuran EV, Depresiasi Harga Jadi Alasan

Petugas memeriksa mobil listrik BYD impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas memeriksa mobil listrik BYD impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Fakta saat ini hampir semua pabrikan otomotif global berlomba-lomba menghadirkan model listrik murni, seiring dorongan regulasi emisi dan perubahan preferensi konsumen.

Meski demikian, kendaraan bermesin Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih tetap menjadi pilihan utama di banyak negara, termasuk Indonesia.

Meskipun di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 lalu tak sedikit mobil listrik (EV) semakin gencar dipasarkan oleh berbagai produsen, namun data penyerapan mobil melalui OLXmobbi menunjukkan mobil bermesin bensin (ICE) dan hybrid electric vehicle (HEV) masih memiliki daya tarik kuat.

Konsumen masih berharap dari sisi harga jual kembali (resale value) yang tidak terlalu banyak mengalami penurunan.

Melihat data yang dihimpun OLXmobbi, terjadi peningkatan jumlah signifikan hingga 53% pelanggan yang melakukan trade-in (jual mobil lama untuk beli mobil baru) di GIIAS tahun ini jika dibandingkan gelaran tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan jumlah penjual mobil di platform OLXmobbi naik 47%. Data ini menjadi sinyal bahwa minat konsumen terhadap layanan jual-beli mobil bekas semakin tumbuh, sekaligus mencerminkan meningkatnya perputaran kendaraan di pasar otomotif nasional.

Harga rata-rata mobil yang diserap OLXmobbi selama GIIAS 2025 berada di kisaran Rp 150 juta. Menariknya, mobil dengan harga tertinggi yang berhasil diserap berasal dari kategori HEV, menembus angka Rp 300 juta.

Sementara itu, mobil listrik BEV yang masuk dalam penyerapan rata-rata hanya berkisar Rp 115 juta.

Mobil yang paling banyak dijual pengunjung di GIIAS 2025 juga menunjukkan tren serupa. Pada kategori ICE, Toyota Kijang Innova dan Avanza mendominasi.

Untuk HEV, Toyota Yaris Cross cukup banyak yang dilepas. Sementara di lini BEV, Wuling Air EV tercatat sebagai model paling banyak dijual konsumen. Dari sisi tipe, MPV, SUV, dan hatchback masih menjadi primadona sepanjang pameran.

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menegaskan pentingnya kualitas kendaraan yang masuk ke platform. Menurutnya di GIIAS 2025, mobil pelanggan yang dijual maupun di-trade-in lewat OLXmobbi rata-rata kondisinya masih sangat bagus.

"Tingginya minat ICE dan HEV dari segi harga dan minat konsumen sedikit banyak dipengaruhi oleh tingkat depresiasi atau penurunan harga," ujarnya.

Hal ini tercermin di platform tersebut dimana terlihat jelas perbedaan tingkat depresiasi antara ICE, HEV, dan BEV, rata-rata depresiasi ICE & HEV kisaran 10%-15% per tahun, sementara itu rata-rata depresiasi BEV berkisar 35%-60% per tahun.

Fenomena ini menegaskan bahwa meski BEV digadang sebagai masa depan otomotif,akan tetapi dari sisi resale value, BEV mempunyai tantangan yang cukup besar dengan angka depresiasi yang jauh lebih besar dibandingkan ICE & HEV.

Hal ini disebabkan oleh marak nya model-model BEV baru dengan fitur yang lebih baik dan dengan harga yang semakin terjangkau. Selain itu, kemudahan konsumen untuk membeli BEV bekas juga lebih sulit dikarenakan hampir tidak ada perusahaan pembiayaan yang mau membiayai kendaraan BEV bekas.

Meskipun era elektrifikasi sudah dimulai, ICE dan HEV masih akan bertahan cukup lama. Kehadiran keduanya menjadi bukti bahwa transisi ke mobil listrik penuh tidak akan terjadi secara instan, melainkan bertahap sesuai kesiapan teknologi, regulasi, dan infrastruktur di tiap negara.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore