
Ilustrasi pengedara motor tengah melaju di jalan
JawaPos.com - Merawat motor pasti akan dilakukan oleh banyak orang. Perawatan dari yang mengeluarkan biaya murah sampai yang mahal, pasti akan dilakukan agar motornya bisa enak dibawa.
Dari perawatan motor ini, terkadang banyak mitos-mitos yang beredar. Seperti membawa motor dengan kencang agar endapan karbon di mesin keluar. Benarkah demikian?
"Saya kira pemikiran seperti itu mungkin karena ada orang yang pernah dengar istilah di mobil yaitu Italian Tune Up," kata pemilik bengkel Vidici Tire Shop, Ucok Marbun, di Vidici Tire Shop, Jl. H. Asnawi No. 23, Beji, Depok, Kamis (12/4).
Ia menjelaskan, Italian Tune Up adalah mobil dibawa dalam kecepatan tinggi untuk membuang kerak atau kotoran di ruang pembakaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pengendapan karbon.
Namun, menurut Ucok, hal ini tidak perlu dilakukan. Sebab, untuk mengatasi kerak atau kotoran di ruang pembakaran pada motor, cukup dengan memakai injector cleaner. Motor sekarang pula, lanjutnya, hampir semuanya sudah memakai sistem injeksi.
"Jadi tidak perlu dibawa ala Italian Tune Up. Dengan injector cleaner bisa. Bila saat melakukan servis berkala juga bisa, kita tinggal mengatakan kepada mekanik untuk melakukan injector cleaner. Atau, bisa katakan kalibrasi injectornya. Kenapa? Karena motor sekarang sudah injeksi semua," bebernya.
Pengendapan karbon sendiri, Ucok katakan bisa karena motor jarang digunakan. Bila motor jarang digunakan, part kaki-kaki yang berbahan karet akan getas. Bahan bakar yang berada di tangki juga akan terjadi penguapan, apalagi, bila motor dijemur sinar matahari langsung.
"Makanya, sebelum motor didiamkan lama, bahan bakar di tangki diisi full tank. Kedua, di kepala aki kabel di terminalnya baik yang plus maupun minus dicabut," imbuhnya.
Tapi, bila pengendara motor tetap ingin membawa kencang motornya agar tidak terjadi endapan karbon, menurut Ucok bisa dilakukan sesekali saja. "Menurut saya pribadi, sebenarnya hal ini tidak terlalu perlu. Tapi kalau tetap ingin melakukannya, lakukan saja sekali-kali. Tapi tidak perlu rutin sebulan sekali atau dua minggu sekali. Utamakan safety," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
