Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 April 2018 | 18.45 WIB

Geber Motor Bisa Hilangkan Endapan Karbon? Ini Kata Tukang Service

Ilustrasi pengedara motor tengah melaju di jalan - Image

Ilustrasi pengedara motor tengah melaju di jalan

JawaPos.com - Merawat motor pasti akan dilakukan oleh banyak orang. Perawatan dari yang mengeluarkan biaya murah sampai yang mahal, pasti akan dilakukan agar motornya bisa enak dibawa.


Dari perawatan motor ini, terkadang banyak mitos-mitos yang beredar. Seperti membawa motor dengan kencang agar endapan karbon di mesin keluar. Benarkah demikian?


"Saya kira pemikiran seperti itu mungkin karena ada orang yang pernah dengar istilah di mobil yaitu Italian Tune Up," kata pemilik bengkel Vidici Tire Shop, Ucok Marbun, di Vidici Tire Shop, Jl. H. Asnawi No. 23, Beji, Depok, Kamis  (12/4).


Ia menjelaskan, Italian Tune Up adalah mobil dibawa dalam kecepatan tinggi untuk membuang kerak atau kotoran di ruang pembakaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pengendapan karbon.


Namun, menurut Ucok, hal ini tidak perlu dilakukan. Sebab, untuk mengatasi kerak atau kotoran di ruang pembakaran pada motor, cukup dengan memakai injector cleaner. Motor sekarang pula, lanjutnya, hampir semuanya sudah memakai sistem injeksi.


"Jadi tidak perlu dibawa ala Italian Tune Up. Dengan injector cleaner bisa. Bila saat melakukan servis berkala juga bisa, kita tinggal mengatakan kepada mekanik untuk melakukan injector cleaner. Atau, bisa katakan kalibrasi injectornya. Kenapa? Karena motor sekarang sudah injeksi semua," bebernya.


Pengendapan karbon sendiri, Ucok katakan bisa karena motor jarang digunakan. Bila motor jarang digunakan, part kaki-kaki yang berbahan karet akan getas. Bahan bakar yang berada di tangki juga akan terjadi penguapan, apalagi, bila motor dijemur sinar matahari langsung.


"Makanya, sebelum motor didiamkan lama, bahan bakar di tangki diisi full tank. Kedua, di kepala aki kabel di terminalnya baik yang plus maupun minus dicabut," imbuhnya.


Tapi, bila pengendara motor tetap ingin membawa kencang motornya agar tidak terjadi endapan karbon, menurut Ucok bisa dilakukan sesekali saja. "Menurut saya pribadi, sebenarnya hal ini tidak terlalu perlu. Tapi kalau tetap ingin melakukannya, lakukan saja sekali-kali. Tapi tidak perlu rutin sebulan sekali atau dua minggu sekali. Utamakan safety," tutupnya. 


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore