Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 22.05 WIB

Waspada! Jangan Aktifkan Eco Mode di Kondisi Berkendara Ini

Fitur Eco Mode. (istockphoto.com) - Image

Fitur Eco Mode. (istockphoto.com)

JawaPos.com – Fitur Eco Mode memang dirancang untuk menghemat bahan bakar dan meningkatkan efisiensi kendaraan. Namun, tak semua kondisi perjalanan cocok untuk menggunakan mode ini. Dalam beberapa situasi, penggunaan Eco Mode justru bisa mengurangi kenyamanan, performa, hingga berpotensi membahayakan keselamatan berkendara.

Dilansir dari pilihcar.com, salah satu situasi utama di mana Eco Mode sebaiknya tidak diaktifkan adalah saat pengemudi membutuhkan akselerasi cepat, seperti saat hendak menyalip kendaraan di jalan tol. Mode ini menurunkan respons mesin, sehingga mobil terasa lebih lambat dan berisiko terlambat merespons perubahan kondisi lalu lintas.

Kondisi jalan bebas hambatan yang memerlukan penyesuaian kecepatan secara cepat juga kurang ideal untuk Eco Mode. Karena respons mesin yang ditahan, mobil bisa kehilangan momentum penting saat dibutuhkan, terutama saat berada di tengah arus kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Di jalanan menanjak atau berbukit, Eco Mode pun sebaiknya dimatikan. Kendaraan memerlukan tenaga lebih besar untuk menaklukkan medan seperti ini. Mode hemat bahan bakar justru bisa membuat mobil terasa berat, lambat, dan bahkan berisiko kehilangan tenaga di tengah tanjakan.

Cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kabut tebal, atau kondisi jalan yang licin menjadi alasan lain untuk tidak menggunakan Eco Mode. Respons mesin yang diturunkan dalam mode ini bisa mengurangi kemampuan kontrol pengemudi saat berkendara di kondisi cuaca yang menantang.

Medan berat seperti jalan berlumpur, berbatu, atau off-road juga membutuhkan performa mesin yang responsif dan kuat. Eco Mode, yang secara otomatis membatasi output tenaga kendaraan, bisa membuat mobil lebih mudah terjebak atau kehilangan traksi.

Lalu lintas padat dengan banyak manuver dan perpindahan jalur juga kurang bersahabat dengan Eco Mode. Respons yang lambat dari mesin akan menyulitkan pengemudi dalam menyesuaikan posisi kendaraan secara cepat, yang bisa berujung pada ketidakefisienan atau bahkan potensi bahaya.

Pengemudi yang memiliki gaya berkendara sporty atau yang membutuhkan performa tinggi dari kendaraannya jelas bukan target dari fitur ini. Eco Mode tidak didesain untuk kecepatan dan tenaga maksimal, melainkan efisiensi dan ketenangan berkendara.

Dalam situasi darurat seperti saat harus menghindar tiba-tiba atau melakukan pengereman dan akselerasi mendadak, Eco Mode juga dapat menjadi penghambat. Kendaraan akan merespons lebih lambat, yang tentu bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Terakhir, saat kendaraan membawa beban berat atau penumpang penuh, sebaiknya Eco Mode dimatikan. Dalam kondisi ini, mesin memerlukan tenaga tambahan untuk mendukung performa, dan Eco Mode justru membatasi kemampuan tersebut. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore