Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 07.00 WIB

Aki Mobil Sering Soak? Ini 8 Tips Perawatan agar Tetap Awet

Ilustrasi perawatan aki (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Kasus aki mobil yang cepat soak atau mati mendadak masih menjadi keluhan umum para pengemudi di Indonesia. Padahal, aki merupakan salah satu komponen vital yang menunjang sistem kelistrikan kendaraan, termasuk untuk menyalakan mesin, menyalakan lampu, sistem audio, hingga fitur keselamatan.

Menurut sejumlah teknisi otomotif, penyebab utama aki soak adalah kurangnya perawatan rutin serta kebiasaan berkendara yang tidak memperhatikan kondisi baterai kendaraan. Bahkan, pada mobil-mobil modern, konsumsi daya oleh sistem elektronik yang tetap aktif meski mesin mati turut berperan dalam mempercepat habisnya daya aki.

Berikut ini sejumlah langkah perawatan aki yang direkomendasikan agar tetap awet dan tidak mudah soak:

1. Rutin Menyalakan dan Mengendarai Mobil
 
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan dapat membuat aki kehilangan daya secara perlahan. Para ahli menyarankan untuk menyalakan atau mengendarai mobil setidaknya 2–3 kali seminggu agar pengisian ulang daya oleh alternator tetap berlangsung.
 
2. Pastikan Semua Perangkat Elektronik Dimatikan Saat Mobil Mati
 
Sering kali lampu kabin, soket charger, atau sistem audio dibiarkan menyala meski mesin sudah dimatikan. Hal ini bisa menyebabkan daya aki terus terkuras tanpa disadari.
 
3. Periksa Kondisi Terminal dan Kabel Aki
 
Karat atau kotoran pada terminal aki bisa menghambat arus listrik dan membuat sistem pengisian tidak optimal. Pembersihan secara berkala serta pemeriksaan kekencangan kabel sangat dianjurkan.
 
4. Hindari Penggunaan Perangkat Tambahan Berlebihan
 
Penggunaan aksesori seperti lampu tambahan, sistem audio besar, atau pendingin tambahan tanpa perhitungan beban daya bisa memperpendek usia aki.
 
5. Cek Tegangan secara Rutin
 
Aki dalam kondisi sehat umumnya memiliki tegangan antara 12,4–12,7 volt saat mesin mati. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan alat voltmeter sederhana atau di bengkel terdekat.
 
6. Waspadai Gejala Aki Lemah
 
Tanda-tanda seperti mesin sulit distarter, lampu utama meredup, atau indikator aki menyala di dashboard harus segera ditindaklanjuti. Jika dibiarkan, risiko aki mati mendadak bisa terjadi.
 
7. Lakukan Penggantian Aki Sesuai Umur Pakai
 
Rata-rata usia pakai aki mobil adalah 2 hingga 3 tahun, tergantung pemakaian. Bila sudah melewati masa tersebut, disarankan untuk melakukan penggantian sebelum aki benar-benar rusak.
 
8. Suhu Ekstrem Juga Berpengaruh
 
Tak hanya penggunaan, faktor cuaca juga memengaruhi performa aki. Suhu yang terlalu panas bisa mempercepat penguapan cairan elektrolit, sementara suhu sangat dingin bisa menurunkan efisiensi pengisian. Oleh karena itu, penyimpanan kendaraan di tempat teduh atau garasi tertutup sangat dianjurkan.
 
Bagi pemilik kendaraan listrik (EV), prinsip perawatan aki memang sedikit berbeda. Namun, menjaga kondisi baterai utama agar tetap dalam suhu ideal dan menghindari pengisian daya hingga 100% secara terus-menerus tetap menjadi prinsip dasar yang sebaiknya diikuti.
 
Perawatan ringan namun konsisten terhadap aki dapat mencegah kejadian mobil mogok mendadak akibat aki soak. Dengan memahami cara kerja sistem kelistrikan dan menerapkan kebiasaan berkendara yang bijak, usia pakai aki dapat diperpanjang sekaligus menghemat biaya penggantian.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore