
Foto: Nissan. (motorauthority.com)
JawaPos.com - Proses merger dengan Honda terhambat, nasib Nissan semakin tak menentu. Produsen otomotif asal Jepang ini mengungkap langkah-langkah yang akan diambilnya guna memulihkan stabilitas keuangan.
Perusahaan berharap dapat mengurangi biaya sekitar 400 miliar yen atau setara dengan Rp 43,4 triliun pada akhir tahun fiskal 2026.
Seperti dilansir dari Motor Authority, komponen utama strategi Nissan melibatkan pemotongan kapasitas produksi global sekitar 20 persen, dari 5 juta menjadi 4 juta kendaraan.
Kebijakan tak populer ini bakal mengakibatkan pengurangan tenaga kerja sekitar 9.000 karyawan dan penutupan tiga pabrik. Pabrik pertama yang akan ditutup berada di Thailand, yang dijadwalkan ditutup pada tahun fiskal 2025. Sementara itu dua pabrik lainnya belum diumumkan.
Pabrik yang tersisa mungkin akan mengalami penyesuaian lini produksi dan pola shift. Di AS, pabrik Nissan di Smyrna, Tennessee, dan Canton, Mississippi, akan mengurangi shift.
Langkah-langkah ini akan membantu menurunkan titik impas Nissan dari 3,1 juta kendaraan saat ini menjadi 2,5 juta kendaraan, dengan perusahaan yang bertujuan untuk mencapai margin operasi yang stabil sebesar 4 persen.
Selain pemangkasan biaya, Nissan berfokus pada peningkatan efisiensi. Perusahaan ini bertujuan untuk mempercepat waktu pengembangan kendaraan dan meningkatkan penghematan biaya melalui kesamaan yang lebih besar antar model.
Kendaraan pertama yang dikembangkan dengan pendekatan yang efisien ini akan diluncurkan pada tahun fiskal 2026. Nissan juga memperluas jajarannya dengan model plug-in hybrid baru untuk memanfaatkan permintaan konsumen yang terus meningkat terhadap mobil hybrid.
Selain itu, Nissan mengumumkan rencana untuk melakukan tinjauan strategis guna menjajaki kemitraan baru. Pada 12 Februari, produsen kontrak asal Taiwan, Foxconn, mengonfirmasi bahwa mereka tengah berdiskusi dengan Nissan dan terbuka untuk mengakuisisi saham sebagai bagian dari kolaborasi apa pun.
Nissan juga dilaporkan tengah berunding dengan perusahaan teknologi untuk kemungkinan kemitraan, mirip dengan kolaborasi Honda dengan Sony, yang menghasilkan terciptanya merek EV gabungan mereka, Afeela.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
