Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2025 | 17.54 WIB

Tiga Hal Ini Bakal Dicek saat Ramp Check pada Sebuah Bus, Kalau Nggak Lolos, Nggak Boleh Jalan

Ilustrasi ramp check yang dilakukan pada sebuah bus. (Kemenhub)


 
 
 
JawaPos.com-Angkutan umum termasuk bus wajib melakukan ramp check. Ramp check sendiri bertujuan untuk memastikan bahwa setiap armada angkutan yang mengangkut banyak orang dan barang bisa digunakan dengan aman.
 
 
Lalu, apa saja yang dicek saat bus melakukan ramp check? 
 
Ramp check adalah pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh untuk memastikan kendaraan layak jalan dan aman untuk beroperasi. Ramp check dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kerusakan dan kecelakaan.
 
Saat ramp check, yang diperiksa ada tiga aspek. Pertama adalah kondisi fisik kendaraan. Pemeriksaan tersebut mencakup sistem rem, lampu, ban, klakson, dan perlengkapan lainnya.
 
Kedua, yang dicek saat ramp check adalah dokumen administrasi. Pemeriksaan tersebut mencakup kelengkapan dokumen armada bus seperti SIM, STNK, kartu pengawasan, dan uji KIR.
 
Terakhir adalah kompetensi dan kesehatan awak bus. Tes kesehatan dan tes urine dilakukan dalam tahap ini.
 
Jika kendaraan tidak lulus ramp check, maka petugas akan memberikan surat peringatan, penilangan, atau mengeluarkan kendaraan dari terminal. Kendaraan yang tidak lulus ramp check dapat diizinkan jalan setelah memperbaiki kerusakan minor atau melengkapi surat-suratnya.
 
Menyoal ramp check, hal tersebut kembali disoal setelah kecelakaan bus pariwisata kembali terjadi di Batu, Malang, Jawa Timur. Bus dari Bali yang membawa wisatawan menabrak sejumlah pengguna jalan pada Rabu (8/1) malam.
 
Bus dengan nomor polisi (nopol) DK 7942 GB melaju tak terkendali dan menyebabkan kecelakaan di sekitar Lippo Plaza Batu, Malang, Jawa Timur. Dilansir dari RadarMalang (Grup JawaPos), kendaraan nahas tersebut melaju liar dari arah jalan Imam Bonjol, Kecamatan Batu sekitar pukul 19.29. 
 
Bus menabrak kendaraan yang melintas dalam peristiwa kecelakaan, bahkan menewaskan empat orang. Rekaman CCTV bus pariwisata yang menabrak pengguna jalan lain itu viral di media sosial dan sempat memunculkan tagar atau trending nomor satu di platform X. 
 
Bus tersebut baru berhenti setelah menabrak pohon di depan SMPN 3 Batu.
Informasi yang didapat menyebutkan bahwa bus tersebut membawa 43 penumpang, yaitu rombongan wisata dari SMK TI Bali Global Badung yang telah berada di Kota Batu selama lima hari.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, soal ramp check kepada bus pariwisata juga ditekankan lagi oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Dirinya yang merupakan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menyebut bahwa ramp check juga perlu dilakukan oleh bus pariwisata.
 
"Makanya ramp check harus rutin dan diperketat di semua daerah yang banyak pariwisatanya," tegas Djoko kepada JawaPos.com.
 
Kenapa demikian, karena berbeda dengan angkutan umum reguler, mereka akan berhenti di terminal sehingga mudah dilakukan pengawasan. Sementara angkutan pariwisata tidak.
 
"Jadi tidak bisa dilakukan pengawasan secara ketat. Kalau bus umum reguler kan lewat terminal, jadi bisa lebih mudah dilakukan ramp check," Djoko menambahkan. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore