Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 22.05 WIB

Skeptis, Mantan CEO Nissan Carlos Ghosn Sebut Rencana Merger Honda dan Nissan Merupakan Langkah Putus Asa

Ilustrasi perkembangan terbaru yang melaporkan Nissan dan Honda bakal merger. (BWAutoWorld) - Image

Ilustrasi perkembangan terbaru yang melaporkan Nissan dan Honda bakal merger. (BWAutoWorld)

JawaPos.com – Dalam perkembangan terbaru rencana merger Honda dan Nissan, dua raksasa otomotif yang siap lebur jadi satu ini, mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn, keluar memberi tanggapan. Menurut mantan orang nomor satu di Nissan ini, rencana merger Honda dan Nissan merupakan langkah putus asa.

Penyebabnya, Nissan adalah perusahaan otomotif Jepang yang sedang dalam kesulitan besar saat ini, dan keadaan tersebut tidak kunjung membaik.

CEO telah menyatakan bahwa pembuat mobil tersebut dalam "mode darurat," yang menandakan krisis di seluruh perusahaan. 

Sebagai tanggapan, Nissan berencana untuk memangkas 9.000 pekerjaan, menunda produk yang akan datang, dan berusaha keras untuk menemukan pendukung keuangan baru guna menstabilkan operasinya. Seolah itu belum cukup, perusahaan tersebut juga sedang menjajaki merger dengan Honda.

Menurut Carlos Ghosn, situasi ini merupakan masalah besar bagi Nissan, dan tampaknya, Honda tidak begitu bersemangat untuk ikut campur. "Ini langkah yang nekat," kata Ghosn pada hari Jumat (20/12) di Bloomberg Television, dilansir via Carscoops.

Menurut Ghosn, ini bukan kesepakatan yang pragmatis. Karena sejujurnya, sinergi antara kedua perusahaan sulit ditemukan.

"Praktis tidak ada (hubungan) yang saling melengkapi antara kedua perusahaan. Mereka berada di pasar yang sama. Mereka berada di produk yang sama. Mereknya sangat sangat mirip," Ghosn menambahkan.

Ghosn juga menyebut, di satu sisi, Nissan mengambil langkah nekat untuk mencoba menemukan masa depan.

Dan dari sisi lain, Honda, menurut Ghosn, tidak terlalu bersemangat dengan langkah ini dan mengamini upaya merger ini semata-mata karena tekanan dari METI atau Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Ghosn yakin bahwa METI menekan Honda untuk melakukan kesepakatan ini. Karena pada akhirnya hal itu akan membuat salah satu merek terbesar Jepang tetap hidup. 

Carlos Ghosn sendiri merupakan mantan CEO Nissan yang dipecat dan didepak dari perusahaan tersebut. Dirinya kini berada di Lebanon dan dikatakan dalam upaya pelarian. 

Meski demikian, ucapan Ghosn dinilai ada benarnya. Sebab, Carlos Ghosn merupakan orang yang terbukti memiliki setidaknya beberapa wawasan tentang keseluruhan situasi tersebut.

Meski begitu, kedua merek ini akan menghadapi beberapa pekerjaan besar jika mereka bergabung. Hal tersebut mengingat Honda, yang merupakan salah satu raksasa otomotif terbesar di Jepang, sangat diperhitungkan.

“Anda perlu memahami bahwa Honda adalah organisasi teknik. Mereka sangat hebat dalam bidang teknik. Dan Nissan sangat bangga dengan tekniknya sendiri. Jadi, pertarungan di sini adalah mencoba memutuskan teknologi apa yang akan diadopsi oleh perusahaan baru jika itu adalah penggabungan, atau oleh aliansi baru. Saya dapat memberi tahu anda bahwa itu akan sangat sulit,” tegas Ghosn.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore