
Publikasi hasil uji tabrak mobil listrik Neta V. (ASEAN NCAP)
JawaPos.com - Mobil listrik Neta V dapat skor buruk untuk hasil uji tabrak. Buruknya kualitas mobil listrik Neta V ini bukan katanya-katanya, melainkan hasil validasi dan pengujian oleh NCAP atau New Car Assessment Program.
NCAP sendiri adalah program yang menguji mobil baru dan memberikan peringkat keselamatannya. Peringkat keselamatan NCAP berkisar dari 0 hingga 5 bintang.
Terkait Neta V, yang melakukan pengujian adalah ASEAN NCAP. Dikutip dari informasi resm ASEAN NCAP, Neta V mendapatkan skor noL berdasarkan hasil pengujian tabrakan mobil tersebut.
Validasi ASEAN NCAP tersebut berarti mobil tersebut sangat tidak aman dan berbahaya bagi penumpang jika mengalami kondisi tabrakan atau bahkan ditabrak. Informasi tersebut dipublikasikan langsung oleh ASEAN NCAP yang baru saja menerbitkan hasil penilaian terbarunya untuk Neta V.
Mobil listrik yang juga dijual di Indonesia itu mendapatkan peringkat nol bintang yang sangat buruk. Neta V memperoleh skor keseluruhan sebesar 28,55 poin, terdiri dari 7,89 poin untuk Penumpang Dewasa, 13,51 poin untuk Penumpang Anak, 7,14 poin untuk Bantuan Keselamatan, dan 0 poin untuk keselamatan Pengendara Sepeda Motor.
Neta V sekaligus menjadi kendaraan pertama dari Neta yang dinilai oleh ASEAN NCAP. Dalam pengujian tersebut, mereka menemukan bahwa mobil listrik murah tersebut berkinerja buruk dalam kategori Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP) yang hanya didukung oleh skor dari uji benturan samping.
Parahnya lagi, ASEAN NCAP juga menyoroti bahwa sabuk pengaman yang dipasang untuk dua penumpang depan tidak memiliki pretensioner retraktor dan pembatas beban. Jadi makin ngeri efeknya saat terjadi tabrakan.
Ditambahkannya pula, uji tabrak depan menunjukkan perlindungan yang kurang terhadap penumpang depan, mulai dari struktur tubuh yang lemah bagi penumpang depan serta sistem pengendalian yang kurang maksimal, sehingga sangat membahayakan keselamatan penumpang mobil.
Terkait dengan Safety Assist Technology (SAT), Neta V dilengkapi dengan pengereman dan penghindaran yang efektif (EBA) dan pengingat sabuk pengaman yang hanya tersedia untuk pengemudi. SUV listrik ini tidak diberi poin untuk kategori Keselamatan Pengendara Sepeda Motor karena tidak ada teknologi yang tercantum menurut protokol ASEAN NCAP yang ditawarkan. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
