JawaPos.com - Kebocoran arus listrik pada mobil bukan perkara sepele. Apabila tidak cepat ditangani dengan serius, dampaknya bisa merembet kemana-mana. Nggak cuma aki jadi lebih sering tekor, bocor arus listrik pada juga bisa bikin mobil jadi korslet dan kebakaran.
Oleh karena itu, jika sudah ada gejala-gejala mobil mengalami kebocoran arus listrik, harus langsung ditangani. Nggak mesti ke bengkel kok, bisa juga ditangani sendiri.
Kebocoran arus mobil ialah keadaan di mana terjadi konsumsi daya aki yang tidak dikehendaki oleh sistem. Sehingga arus yang pada mulanya tersimpan dalam aki terus menerus keluar dan terbuang tanpa guna.
Tentu hal tersebut menjadi pemborosan yang tidak dikehendaki. Apabila hal tersebut dibiarkan terus menerus, akinya akan rusak. Oleh sebab itu, mari ikuti cara cek kebocoran arus aki mobil di bawah ini.
Pertama adalah menyiapkan multimeter digital yang telah diatur pada posisi DC ampere, lalu lanjutkan dengan memutar kunci kontak mobil ke posisi Off atau Lock. Kalau sudah, selanjutnya pastikan sudah mematikan seluruh perangkat kelistrikan pada kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu sein, AC, layar sentuh digital dan lain sebagainya.
Jangan lupa juga menutup pintu mobil dengan rapat supaya aman dan membuka kaca jendela mobil untuk mencegah pintu terkunci secara otomatis ketika kamu cek arus. Tunggu sekitar 2 sampai 3 menit untuk memastikan semua komponen kelistrikan sudah benar-benar mati.
Kalau sudah, sekarang kamu perlu melepas kabel terminal negatif aki dan menyambungkan kabel positif multimeter di kepala terminal negatif aki lalu. Baca nilai arus listrik yang mengalir lantas perhatikan keadaannya. Kalau pengukurannya 0.02 – 0.07 Ampere maka artinya aki dalam kondisi normal. Sementara jika hasil pengukurannya >0.1 Ampere maka terjadi kebocoran.
Melalui cara cek kebocoran arus aki mobil ini kamu bisa tahu. Jika semakin besar nilai arus yang mengalir, maka masih ada beban masih aktif. Jadi, daya akinya masih tersedot meskipun mesin dalam kondisi mati. Seharusnya jika kondisi normal maka beban listriknya mendekati nol begitu mesin mati dan kunci kontak dicabut.
Cara mengecek kebocoran arus juga bisa dilakukan dengan memeriksa pelepasan tegangan di permukaan. Kebocoran pelepasan tegangan permukaan atau surface discharge ialah keadaan saat ada aliran listrik dalam jumlah kecil yang mengalir.
Alirannya di antara kedua kepala terminal aki (positif dan negatif) melalui permukaan kotak aki. Hal ini bisa terjadi karena kepala aki mobil berada di kondisi sedikit lembab, basah dan kotor. Jadi, permukaannya banyak tertutup kerak atau debu.
Kamu bisa menerapkan cara cek kebocoran arus aki mobil berikut ini secara mudah di rumah. Sama seperti di atas, pertama perlu menyediakan multimeter digital yang sudah diatur ke posisi DC volt dan kalau sudah, putar kunci kontak kendaraan menuju posisi Off atau Lock.
Matikan seluruh perangkat kelistrikan pada mobil, mulai dari lampu utama, lampu sein, AC, layar sentuh digital dan lain sebagainya.
Sebelum melanjutkan cara cek kebocoran arus aki mobil, kamu perlu menunggu sekitar 2 sampai 3 menit. Untuk memastikan semua komponen kelistrikan sudah benar-benar mati.
Lalu, sambungkan kabel negatif multimeter dengan kepala terminal negatif aki dan menyambungkan kabel positif multimeter di permukaan atas boks aki dan baca tegangan listrik yang mengalir dan perhatikan keadaannya. Apabila tegangan yang mengalir di permukaan lebih dari 0.5 volt, maka kamu perlu membersihkan permukaan boks terutama di bagian sekitar kepala terminal.
Apabila sudah selesai membersihkannya jangan lupa untuk memastikan boks telah dalam kondisi kering sebelum dipasang kembali. Bagaimana, gampang kan?