Namanya saja mobil bekas, sebaik apapun kondisinya, tetap butuh perhatian dan kesiapan untuk perbaikan beberapa komponen yang habis masa pakainya. Nah, hal tersebutlah yang dihindari mereka yang lebih cenderung memilih mobil baru.
Namun membeli mobil baru juga nggak selamanya menguntungkan. Ada waktu kapan pemilik ajak merasa rugi. Yakni saat hendak menjual unit seken mereka. Jangan sakit hati, ya, bisa jadi penyusutan atau depresiasi harga mobil bekas akan jauh dari saat mobil tersebut dibeli dalam kondisi baru.
Penyebab dan faktor depresiasi nilai mobil baru sendiri ada beragam. Berikut selengkapnya:
Merek Mobil
Tingkat penyusutan mobil memang berlaku menyeluruh untuk tiap komponennya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi depresiasi harga mobil. Faktor pertama depresiasi mobil adalah merek mobil itu sendiri.
Merek mobil memang memberi pengaruh besar terhadap munculnya penyusutan mobil. Depresiasi harga tinggi kerap terjadi pada mobi-mobil mewah. Hal ini tidak lepas dari tingginya biaya perawatan unitnya.
Kondisi Mobil
Kondisi mobil memberikan pengaruh terhadap besar atau kecilnya penyusutan mobil hingga premi asuransi. Kondisi mobil yang bagus tentunya akan membuat nilai depresiasi harga mengecil.
Sebagai antisipasi penyusutan nilai karena kondisi mobil, sebelum menjual unit disarankan untuk melakukan sedikit perawatan. Pada bodi, misalnya dilakukan repaint atau memoles body mobil atau memperbaiki yang kurang-kurang sedikit.
Warna Mobil
Jangan salah, warna menjadi salah satu indikator besar atau kecilnya tingkat persentase penyusutan kendaraan yang akan terjadi. Mobil dengan warna hitam, putih, silver, atau grey pun diklaim memiliki potensi depresiasi harga yang rendah.
Peminat warna-warna tersebut sangatlah banyak. Hal ini berpengaruh pada harga jual kembali yang relatif bisa lebih dijaga. Beda halnya dengan warna-warna yang mentereng, yang kurang disukai, maka akan jatuh harga jual kembalinya.
Daya Serap Pasar
Depresiasi harga juga ditentukan menurut kemampuan daya serap pasar terhadap mobil bekas. Pola penyusutan mobil bekas menurut pajak ini mengikuti hukum ekonomi. Artinya jika permintaan tinggi dan stok terbatas, maka depresiasi harga akan berkurang.
Jarak yang Sudah Ditempuh
Jarak tempuh ikut berpengaruh terhadap nilai jual dan depresiasi mobil. Pasar biasanya enggan memilih mobil dengan jarak tempuh penggunaan tinggi. Tingginya catatan jarak tempuh menjadi indikator beban mobil dan berpengaruh terdapat beragam komponen yang ada di dalamnya.
Usia Mobil
Terakhir sebagai pamungkas, yang paling mempengaruhi depresiasi mobil adalah usianya. Menurut laman Insureka, Tingkat penyusutan mobil memang berlaku menyeluruh untuk tiap komponennya.
Dan usia mobil juga sangat berpengaruh terhadap harga jual kembalinya. Mengacu usianya, depresiasi mobil bisa berkisar antara 15% hingga 20%. Besar penyusutan mobil berapa tahun akan maksimal pada tahun pertama pembeliannya.