Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 02.05 WIB

Kalau Meledak dan Terbakar Sulit Dipadamkan, Ini Alasan Kenapa Mobil Listrik Butuh Penanganan APAR Khusus

Ilustrasi: Baterai mobil listrik dipamerkan ketahanannya di GIIAS 2024. (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi: Baterai mobil listrik dipamerkan ketahanannya di GIIAS 2024. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 tidak hanya menjadi tempat bagi APM untuk berpesta meluncurkan kendaraan baru dan mencatat SPK sebanyak-banyaknya. Dalam rangkaian yang juga menarik, GIIAS 2024 juga menjadi tempat diskusi bagi para pemangku kepentingan, akademisi dan pelaku industri otomotif.
 
Dalam rangkaian acara GIIAS 2024 yang digelar oleh Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) mengenai peluang dan tantangan EV di Indonesia, turut pula dibahas peranan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan pada kendaraan. Khususnya kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), sebab potensi terbakar dan meledaknya lebih tinggi jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional yang sudah hadir puluhan tahun ini.
 
Rahmat Rezeki, selaku Presiden Direktur Indolok Bakti Utama, perusahaan yang bergerak di bidang safety termasuk distribusi APAR dari Swedia, memaparkan, kehadiran APAR sangat penting bagi kendaraan baru. Apalagi bertenaga setrum.
 
 
"Kalau kita bicara APAR, sebetulnya sudah jadi kewajiban bagi kendaraan. Namun masih banyak kendaraan, khususnya mobil, yang tidak ada APAR-nya. Pemerintah juga baru mewajibkan mobil baru ada APAR-nya baru pada 2022. Artinya selama ini, mobil yang melaju di Indonesia ini tidak aman karena tidak ada APAR-nya," jelas Rahmat dalam paparannya.
 
Rahmat menjelaskan, klasifikasi APAR sendiri ada banyak berdasarkan jenisnya. Karena jenisnya berbeda-beda, kemampuan memadamkan apinya juga berbeda. Untuk kendaraan listrik, APAR-nya tidak bisa sembarangan.
 
"Penyebab mobil terbakar juga ada banyak, mulai dari saluran bahan bakar rusak, kegagalan kelistrikan, aki rusak, konslet dan cacat produksi. Makanya kehadiran APAR ini menjadi penting, demikian juga di EV yang sarat listrik," lanjut Rahmat.
 
Berdasarkan jenisnya, secara umum, APAR sendiri terbagi atas beberapa kategori. Misalnya Kelas A, APAR yang bisa memadamkan api yang disebabkan bahan bakar padat. Kemudian ada Kelas B yang digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan bahan bakar cair. 
 
 
Selanjutnya ada Kelas C untuk memadamkan api disebabkan masalah elektrikal. Terakhir ada Kelas D yang digunakan untuk memadamkan api yang terjadi pada bahan metal dan kelas Batery Lithium -Ion. 
 
"Umumnya EV menggunakan baja, aluminium dan magnesium. Nah, magnesium itu terkenal dengan material yang sulit dipadamkan. Kombinasi material ini membuat kenapa EV memiliki risiko terbakar yang sangat besar. Pada EV, satu sel terbakar, akan mempengaruhi material lainnya. Ini disebut sebagai thermal runaway, atau ledakan dari baterai lithium-ion, kalau sudah terbakar, hampir pasti tidak bisa dipadamkan," tandas Rahmat.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore