JawaPos.com - Tarikan gas motor berat tidak hanya terjadi motor yang sudah berumur tua. Namun juga bisa menimpa segala motor. Sebab, perawatan pada motor tidak hanya untuk bagian luarnya saja.
Tidak sedikit motor yang tampak seperti baru, kondisinya masih sangat mulus pula. Tapi begitu dicoba mesinnya dan dikendarai tarikan gasnya terasa begitu berat. Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Pasti sangat mengganggu kenyamanan berkendara kan?
Jika Anda merasakan berat ketika menggas motor Anda, bisa jadi memang ada yang salah dengan motor Anda. Saat menarik gas Anda perlu memutarnya hingga mendalam, tentu rasanya tidak nyaman. Kira-kira apa saja yang bisa menjadi penyebabnya?
Banyak, pertama oli. Oli merupakan komponen yang penting untuk motor Anda. Oli bekerja untuk melumasi mesin motor.
Oli bekerja untuk meminimalisasi munculnya gesekan pada komponen-komponen kendaraan. Oli juga berfungsi menjaga mesin agar selalu berada pada suhu yang ideal.
Jika Anda terlambat atau tidak teratur dalam melakukan pergantian oli, maka akan menyebabkan performa mesin motor menurun. Alhasil, membuat kinerja mesin motor juga menjadi kasar.
Tak hanya itu saja, mesin jadi membutuhkan tenaga lebih ekstra dalam bekerja. Hal itu yang membuat tarikan gas motor berat.
Bila Anda tidak menyegerakan diri untuk melakukan pergantian oli, maka bisa menimbulkan kerusakan pada mesin motor Anda. Biasakan ganti oli secara teratur.
Kedua, busi motor. Komponen ini memiliki fungsi signifikan pada sistem pengapian di mesin motor. Tanpa adanya busi pada motor Anda, maka tegangan listrik akan gagal di transfer.
Sehingga tidak menimbulkan percikan api pada sistem pembakaran mesin Anda. Jika sudah demikian, maka mesin motor menjadi sulit dinyalakan. Ternyata kondisi busi yang rusak juga menjadi salah satu penyebab tarikan gas motor berat. Maka, Anda harus segera melakukan pergantian busi.
Ketiga CDI atau Capacitor Discharge Ignition rusak, sebab komponen ini merupakan pengatur kapan waktu pengapian harus dilakukan pada busi motor. CDI akan melakukan tugasnya, yaitu dengan mengontrol supply untuk proses pengapian motor.
Oleh sebab itu, apabila CDI tengah mengalami kerusakan maka bersegeralah untuk melakukan pergantian. Sehingga sistem pengapian juga bisa bekerja dengan normal kembali. Sebab motor tidak akan bisa dinyalakan tanpa hadirnya komponen CDI ini.
Seperti pada poin pertama, meski peranan oli bagi keberlangsungan mesin kendaraan sangat krusial, tapi bukan berarti Anda bisa menggunakannya sebanyak mungkin. Jika Anda menggunakan oli yang melebihi kapasitas kendaraan, tentu akan membuat kendala pada mesin.
Hal tersebut juga bisa menjadi salah satu penyebab tarikan gas motor berat. Jangan lupa tiap melakukan pengisian oli selalu disesuaikan dengan kapasitas mesin kendaraan.
Penyebab lainnya yang membuat tarikan gas pada motor Anda jadi berat adalah kerusakan di komponen rantai atau v-belt. Sebab, tenaga mesin motor diteruskan mulai dari roda belakang dengan dua komponen ini.
Ketika rantai dan v-belt mengalami kerusakan, akan berdampak pada tarikan gas motor. Sehingga Anda harus segera melakukan pergantian begitu menemukan kerusakan pada komponen tersebut.
Komponen yang penting lainnya dalam sistem pembakaran mobil adalah kepala silinder. Fungsinya adalah menutup ruang pembakaran dan sebagai lokasi sirkulasi air pendingin.
Adakalanya komponen ini mengalami kendala seperti menyisakan kotoran ataupun kerak yang berasal dari sisa pembakaran. Kotoran itu kemudian membuat tarikan gas motor berat.
Tidak hanya itu saja, mesin juga menjadi cepat panas. Cara mengatasinya tentu saja harus melakukan pembersihan pada komponen ini. Kerak-keraknya bisa dibersihkan dengan memakai amplas atau sekrap.
Sebagai kendaraan yang dipakai sehari-hari, Anda harus memperhatikan kondisi mesin motor Anda. Jangan sampai terlewat untuk melakukan perawatan. Rajin melakukan pemanasan jika jarang dipakai juga penting untuk menjaga kinerja sepeda motor Anda.
Meski terkesan remeh, hal kecil ini akan membantu menjaga kualitas mesin dan menghindari tarikan gas motor berat. Memanaskan mesin dengan rutin bisa memperpanjang usia aki motor Anda.
Kemudian, pemilihan bahan bakar yang Anda gunakan untuk motor juga akan berdampak pada mesin Anda. Keawetan mesin juga ditentukan oleh jenis bahan bakar yang dipakai.
Agar dapat meminimalisir kemunculan kerak setelah proses pembakaran, sebaiknya Anda memakai bahan bakar dengan oktan 90. Sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna.
Apalagi saat ini sudah hampir seluruh motor yang menggunakan teknologi injeksi. Sehingga lebih menghemat bahan bakar. Jadi tidak masalah jika harus memakai bahan bakar yang lebih berkualitas untuk menjaga kondisi mesin.
Yang paling penting, pergantian oli harus dilakukan secara rutin, supaya performa mesin juga tetap bekerja dengan prima. Oli sebagai pelumas tentu bertugas meminimalisir terjadinya gesekan pada komponen-komponen dalam mesin motor,
Juga, supaya tidak menjadi kendala saat perjalanan dan tarikan gas motor berat, Anda harus memastikan bahwa aki selalu penuh. Hindarkan dari panas dan suhu yang lembab agar performanya tidak alami penurunan dan lakukan tune-up secara rutin, demikian penyebab dan cara mengatasi mesin motor terasa berat dikutip dari laman resmi Suzuki.