Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Mei 2024 | 21.44 WIB

Jangan Sembarangan, Begini Cara Merawat Mesin Turbo Diesel yang Baik

ILUSTRASI: Mesin turbo diesel belakangan jadi favorit masyarakat Indonesia. - Image

ILUSTRASI: Mesin turbo diesel belakangan jadi favorit masyarakat Indonesia.

JawaPos.com - Teknologi turbo kini mulai digemari beberapa pabrikan mobil di Indonesia. Tidak hanya di mesin bensin, banyak juga jenama roda empat yang sudah memasang pendongkrak performa ini dengan mesin turbo. Dengan begitu, selain mampu menigkatkan tenaga juga membuat mesin lebih awet bahan bakar.

Namun, banyak pemilik mobil bermesin turbo ini belum mengetahui secara detail cara merawat jantung penggeraknya tersebut dengan benar. Pasalnya, jika mesin diesel turbo ini sudah rusak, pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar.

Dilansir dari laman Hyundai Indonesia, ada beberapa tips untuk merawat mesin turbo diesel agar lebih awet.

Sejatinya, merawat mesin turbo tidak jauh berbeda dengan mesin nonturbo. Hanya saja, memang perlu penanganan yang lebih spesifiik agar turbo bekerja secara optimal. Paling penting, pemilik mobil harus sering mengganti oli. Terlebih, menggunakan pelumas khusus karena mesin turbo akan bekerja lebih berat.

Pastikan, pelumas yang digunakan bisa melumasi dengan baik seluruh komponen bergerak di mesin, apalagi turbin dari turbo ini mampu berputar di atas 240 ribu rpm.

Untuk jangka waktu pergantian mesin, lebih cepat dari yang disarankan akan lebih baik. Misalnya, untuk mobil diesel lama pergantian oli per 5.000 km, tapi saat sudah 4.000 km lebih baik sudah harus mengganti oli tersebut.

Selanjutnya, menggunakan bahan bakar berkualitas. Proses pembakaran di ruang mesin bakal lebih sempurna dan tidak meninggalkan sisa gas buang yang masih mengandung partikel solar dan bisa menempel pada turbin turbo dan ikut terbakar sehingga menyebabkan turbin terbakar dan terkikis.

Terakhir, sebagai pemilik mobil diesel berturbo sudah seharusnya mengetahui cara menyalakan dan mematikan mesin. Saat menyalakan mesin jangan langsung digeber. Ketika mematikan mesin harus dalam keadaan idle.

Alasannya, ketika turbin masih berputar sekitar 15 ribu rpm dan kontak sudah dimatikan, maka oli sudah berhenti melumasi. Padahal masih ada salah satu komponen mesin turbo yang masih bekerja.
Jika hal tersebut terjadi, maka turbo akan cepat rusak dan bakal membutuhkan biaya yang besar untuk memperbaiki atau mengganti turbo di mesin.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore