
Suzuki Ignis hybrid yang dijual di Singapura
JawaPos.com - Tahukah Anda bahwa harga mobil dapat dipengaruhi oleh lokasi produksinya. Produksi mobil dikenal dengan istilah Completely Knocked Down (CKD) dan Completely Built Up (CBU).
CKD disebut juga dengan mobil rakitan dalam negeri dan CBU merupakan mobil impor. Dari segi kualitas, mobil CKD dan CBU tetap terjaga sesuai standar. Perbedaan antara CBU dan CKD lebih pada harga. Biasanya mobil CBU lebih tinggi dibanding mobil CKD.
Mobil CKD merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan mobil yang semua komponenannya diimpor, tetapi masih dalam kondisi belum dirakit atau terpisah. Komponen-komponen tersebut kemudian dirakit oleh pabrik atau ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) untuk menjadi kendaraan seutuhnya.
Dengan impor komponen mobil yang terpisah, sehingga harga mobil CKD lebih murah. Sebab, pajaknya lebih rendah. Setelah jadi, baru kemudian mobil dipasarkan di negara tujuan.
CBU merupakan mobil yang diimpor secara langsung dari negara tempat kendaraan itu diproduksi dalam kondisi lengkap dan utuh. Sehingga mobil siap digunakan.
CBU biasanya terdapat pada mobil-mobil mewah. Hal itu yang membuat harga sangat mahal. Tidak semua negara yang mendapat lisensi memproduksi mobil CBU. Hal itu dipengaruhi fasilitas manufaktur produksi yang memadai.
Pajak impor yang tinggi membuat harga mobil CBU lebih mahal. Selain itu, komponen kendaraan sangat sulit ditemukan dan harus diimpor dari negara asalnya. Kekurangan lain, beberapa bengkel tidak dapat menangani mobil CBU karena keterbatasan spare part dan peralatan yang diperlukan.
Hanya negara tertentu saja yang dapat memproduksi mobil tersebut karena tidak semua negara memiliki fasilitas manufaktur yang memadai untuk membuatnya.
Dilansir dari laman Wuling, ada beberapa hal yang membedakan mobil CBU dan CKD, apa saja? Simak selengkapnya.
Astra memperluas jaringan dengan penandatanganan Getting Commitment bersama Desa Sejahtera Astra di lokasi binaan baru yang dilakukan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PEID) Kemendes PDTT Harlina Sulistyo
1. Harga
Pertama tentu adalah harganya, salah satu penyebabnya adalah perbedaan pajak yang dimiliki oleh mobil CKD dan mobil CBU. Mobil CKD biasanya lebih terjangkau karena dibuat di Indonesia sehingga biaya impornya tidak terlalu besar. Namun, mobil CBU biasanya dijual dengan harga tinggi karena diimpor secara utuh, menghasilkan biaya dan pajak yang tinggi.
Segmen Pasar
Mobil CKD biasanya memiliki cakupan pasar yang sangat luas. Mobil jenis ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, yang membuat prosesnya lebih mudah dan lebih murah. Sedangkan mobil CBU memiliki segmen pasar yang lebih kecil karena biaya yang lebih tinggi saat diimpor secara utuh dari luar negeri, dan mobil jenis ini tidak dibuat di Indonesia.
2. Performa

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
