
Photo
JawaPos.com - Hyundai sangat optimistis menjadikan Stargazer sebagai "bintang" keluarga baru Indonesia. Menurut Makmur selaku Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), capaian positif tercatat dari respon konsumen yang melakukan pemesanan. Dimana hingga saat berita ini diturunkan tercatat lebih dari 3.000 unit angka pemesanan.
Namun di sisi lain maraknya isue kenaikan (bahan Bakar Minyak) mau tidak mau akan menimbulkan persoalan baru. Sudah pasti konsumen akan mepertanyakan bagaimana bila Hyundai Stargazer di isi BBM tidak sesuai yang di sarankan saat menemui kesulitan dilapangan apakah akan mempengaruhi garansi, kualitas mesin menurun atau lainnya.
Terkait hal ini Makmur memastikan garansi Stargazer tidak akan hangus walaupun konsumen menggunakan bahan bakar RON 90 setara Pertalite. Pihaknya (HMID) harus memastikan konsumen memakai jenis bahan bakar tanpa timbal.
"Tidak akan menggugurkan Warranty. Jadi ini clear ya tidak ada masalah, yang penting bahan bakar tanpa timbal," ujar Makmur saat rangkaian acara test drive Stargazer di Malang, Jawa Timur (31/8).
Bahkan Makmur juga tak melarang jika konsumen Stargazer menggunakan Pertalite. "Apakah boleh Stargazer menggunakan oktan rendah? Pada dasarnya, yang penting tanpa timbal. Stargazer minum Pertalite? Boleh. Kami tak bisa melarang konsumen pada saat ingin memakai Pertalite," tambahnya.
Seperti diketahui Stargazer dibekali mesin 1.497 cc 4-silinder MPI yang mampu menyemburkan tenaga 113 hp dan torsi 144 Nm. Mempunyai rasio kompresi 10,5:1 sehingga minimal oktan bahan bakar yang sesuai 91.
Meskipun tak ada larangan mengisi menggunakan bahan bakar Pertalite, namun Makmur tetap menyarankan pengguna Stargazer menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi yaitu kadar RON minimal 91. Penggunaan BBM yang sesuai akan membuat performa mesin lebih maksimal.
Di sisi lain, product expert HMID Bonar Pakpahan juga sempat menjelaskan penggunaan bahan bakar tidak tepat umumnya akan merusak komponen seperti fuel injector yang mengatur asupan bahan bakar ke ruang bakar. Kerusakan ini yang kemudian berpotensi untuk tidak ditanggung garansi saat proses klaim perbaikan.
"Jadi tentu semua akan dianalisa dulu. Maka jika bahan bakar yang digunakan tidak sesuai akan pengaruh kepada klaim warranty. Kami juga infokan agar konsumen tidak menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal," ujar Bonar.
Produk Pertamina yang punya kadar oktan di atas 91 antaranya Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98). Selain itu BBM bersubsidi jenis Pertalite sudah memenuhi syarat sebagai bahan bakar tanpa timbal berdasarkan hasil uji lab dilakukan Pertamina.
Mengacu pada Kepdirjen No. 313.K itu maka Pertalite memiliki warna hijau dengan penampilan visual jernih dan terang. Tidak ada kandungan timbal serta memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
