Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 September 2022 | 05.42 WIB

Tenang, Hyundai Stargazer Pakai Pertalite Garansi Masih Berlaku

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hyundai sangat optimistis menjadikan Stargazer sebagai "bintang" keluarga baru Indonesia. Menurut Makmur selaku Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), capaian positif tercatat dari respon konsumen yang melakukan pemesanan. Dimana hingga saat berita ini diturunkan tercatat lebih dari 3.000 unit angka pemesanan.

Namun di sisi lain maraknya isue kenaikan (bahan Bakar Minyak) mau tidak mau akan menimbulkan persoalan baru. Sudah pasti konsumen akan mepertanyakan bagaimana bila Hyundai Stargazer di isi BBM tidak sesuai yang di sarankan saat menemui kesulitan dilapangan apakah akan mempengaruhi garansi, kualitas mesin menurun atau lainnya.

Terkait hal ini Makmur memastikan garansi Stargazer tidak akan hangus walaupun konsumen menggunakan bahan bakar RON 90 setara Pertalite. Pihaknya (HMID) harus memastikan konsumen memakai jenis bahan bakar tanpa timbal.

"Tidak akan menggugurkan Warranty. Jadi ini clear ya tidak ada masalah, yang penting bahan bakar tanpa timbal," ujar Makmur saat rangkaian acara test drive Stargazer di Malang, Jawa Timur (31/8).

Bahkan Makmur juga tak melarang jika konsumen Stargazer menggunakan Pertalite. "Apakah boleh Stargazer menggunakan oktan rendah? Pada dasarnya, yang penting tanpa timbal. Stargazer minum Pertalite? Boleh. Kami tak bisa melarang konsumen pada saat ingin memakai Pertalite," tambahnya.

Seperti diketahui Stargazer dibekali mesin 1.497 cc 4-silinder MPI yang mampu menyemburkan tenaga 113 hp dan torsi 144 Nm. Mempunyai rasio kompresi 10,5:1 sehingga minimal oktan bahan bakar yang sesuai 91.

Meskipun tak ada larangan mengisi menggunakan bahan bakar Pertalite, namun Makmur tetap menyarankan pengguna Stargazer menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi yaitu kadar RON minimal 91. Penggunaan BBM yang sesuai akan membuat performa mesin lebih maksimal.

Di sisi lain, product expert HMID Bonar Pakpahan juga sempat menjelaskan penggunaan bahan bakar tidak tepat umumnya akan merusak komponen seperti fuel injector yang mengatur asupan bahan bakar ke ruang bakar. Kerusakan ini yang kemudian berpotensi untuk tidak ditanggung garansi saat proses klaim perbaikan.

"Jadi tentu semua akan dianalisa dulu. Maka jika bahan bakar yang digunakan tidak sesuai akan pengaruh kepada klaim warranty. Kami juga infokan agar konsumen tidak menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal," ujar Bonar.

Produk Pertamina yang punya kadar oktan di atas 91 antaranya Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98). Selain itu BBM bersubsidi jenis Pertalite sudah memenuhi syarat sebagai bahan bakar tanpa timbal berdasarkan hasil uji lab dilakukan Pertamina.

Mengacu pada Kepdirjen No. 313.K itu maka Pertalite memiliki warna hijau dengan penampilan visual jernih dan terang. Tidak ada kandungan timbal serta memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore