Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 April 2022 | 22.58 WIB

Ganti Oli Mobil, Jangan Lupa Sekalian Periksa dan Ganti Filter Oli

Car oil filters on dark color background - Image

Car oil filters on dark color background

JawaPos.com - Filter oli mesin pada mobil memiliki fungsi untuk membersihkan oli mesin sebelum disalurkan ke semua komponen internal mesin. Filter oli ini membuat debu, metal, maupun jelaga tidak masuk ke ruang dalam mesin. Sehingga komponen yang ada di dalamnya tidak terganggu.

Oleh karena itu, tidak hanya memperhatikan oli, juga harus memperhatikan filter oli dengan baik. Untuk penggantian filter oli sendiri dapat bersamaan dengan ketika mengganti oli mesin supaya oli sisa yang mengendap di filter dapat terbuang.

Sebelum mengganti filter oli, ada beberapa tanda-tanda yang harus kamu perhatikan agar dapat segera mengganti filter oli mesin mobil tepat waktu. Tanda-tanda tersebut antara lain mesin terlalu panas, tekanan oli menurun, terdengar bunyi gesekan logam, performa mesin mobil menurun, serta kotornya asap knalpot.

Filter oli yang buruk sendiri akan berdampak negatif pada suplai oli yang diterima oleh mesin mobil. jika semakin sedikit oli yang masuk ke mesin mobil, maka mesin semakin tidak menerima pelumasan untuk mencegah gesekan antar komponen bergerak.

Gesekan-gesekan dari komponen yang saling bergerak dan terbuat dari bahan logam ini dapat menghasilkan panas dengan cepat. Jika panas ini tidak dapat didinginkan dengan oli, maka bisa menyebabkan mesin terlalu panas. Tidak hanya itu, jika dibiarkan, maka mobil akan mengalami kerusakan parah seperti internal mesin menjadi melengkung, piston berpotensi macet, dan bantalan mesin serta silinder mesin bisa cacat.

Selain itu, freon AC bisa terkuras habis serta pengemudi akan sering melihat lampu check engine menyala. Lampu check engine ini berarti menandakan adanya kegagalan fungsi pada mesin mobil. Sistem komputer pada mesin dengan otomatis akan mendeteksi adanya masalah yang membuat kinerja mobil tidak maksimal.

Selanjutnya, pemilik mobil dapat melihat tekanan oli dengan mudah yaitu dengan melihat pengukur tekanan oli yang ada di dashboard mobil. Ketika situasi normal maka pengukur tekanan oli ini akan menunjukkan hasil tekanan oli yang normal dan konsisten. Akan tetapi, jika melihat tekanan oli turun secara drastis dan tidak menentu ketika sedang berkendara, maka hal ini menandakan adanya masalah pada mobil.

Salah satu penyebab tekanan oli rendah dapat terjadi karena filter oli bocor maupun tersumbat, sehingga mencegah oli masuk ke mesin. Tekanan oli yang terlalu rendah akan menyebabkan distribusi tidak lancar. Komponen mesin juga akan mengalami kekurangan pada pelumas. Hal ini dikarenakan tidak ada oli yang tersalurkan. Jika keadaan ini terjadi terus menerus, maka mesin dapat mengalami overheat. Lebih parahnya, bisa jadi kendaraan akan turun mesin.

Sebagai informasi, untuk tekanan oli mesin mobil yang normal indikatornya berada pada angka 1.0 Kg/cm2 hingga 2.0 Kg/cm2. Bila sinyal indikator menunjukkan tanda merah atau pengukuran memperlihatkan tekanan oli mesin berada di bawah angka 1.0 Kg/cm2, maka kemungkinan filter oli mesin mobil harus segera diganti.

Kemudian, filter oli yang tersumbat memasok lebih sedikit oli pada mesin. Ketika oli yang disuplai ini berkurang, maka akan terdengar bunyi. Bunyinya mirip seperti komponen berbahan logam yang saling bergesekan.

Jika dalam kondisi ini mobil terus dibawa melaju dalam kecepatan tinggi, maka dapat muncul resiko keausan serta penurunan kualitas komponen di dalam mobil dan dengan menumpuknya kontaminan pada oli mesin mobil terjadi akibat filter oli yang bermasalah. Ketika ini terjadi, kinerja mesin mobil akan berkurang. Tidak hanya itu, tenaga yang seharusnya dihasilkan mobil juga akan berkurang.

Setelah mengetahui tanda-tanda filter oli harus diganti, maka kamu juga harus tahu tips dan trik cara memilih filter oli mesin tersebut. Pertama, sesuaikan dengan kebutuhan kendaraan. Ada beragam jenis filter oli mesin mobil yang tersedia di pasaran. Saat membelinya, tentu harus disesuaikan dengan jenis mobil yang kamu miliki.

Apalagi, filter oli mesin mobil ini merknya cukup banyak. Satu hal yang tidak boleh diabaikan ialah, Anda perlu memastikan bagian-bagian dari filter cocok dengan jenis mobil. Jika tidak, filter oli tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dalam mengalirkan cairan olinya ke semua komponen. Tentu hal ini bisa membuat performa mobil menurun.

Selanjutnya, pastikan kamu memilih ulir serta diameter lubang yang tepat dengan jenis mobil yang akan dipasangi filter. Ulir beserta diameter pada filter oli ini tidak dapat dipilih secara sembarangan. Jika ulir serta diameternya tidak pas, ini akan membuat posisi filter tidak kencang. Bahkan, ini bisa membuat oli mobil merembes dan merusak komponen mobil lainnya.

Berikutnya, jangan lupa lihat katup by-passnya. Fungsi katup by-pass pada filter ialah melapangkan aliran oli jika terjadi sumbatan di filter. Tidak hanya komponen ini, Anda juga harus memastikan filter oli mempunyai katup anti balik. Bagian ini terdiri dari ring karet serta ring baja.

Komponen tersebut memiliki fungsi sebagai pegas untuk membuat oli tetap berada di dalam mesin ketika mobil tidak menyala. Tujuannya untuk mengikat bagian filter oli dengan motor mesin supaya tetap berada di posisinya. Dirangkum dari laman resmi Suzuki, kesimpulannya, filter oli mesin mobil harus diganti saat mulai rusak, dan gunakan produk yang tepat sesuai kebutuhan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore