Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Mei 2021 | 21.48 WIB

Pilih Dukung Energi Hijau, Tesla Jauhi Bitcoin

Telsa employees work outside a Tesla showroom in Burbank, California, March 24, 2020. - Luxury electric car maker Tesla ended up closing its California plant in Fremont, a concession by its maverick head Elon Musk after a drawn-out standoff with the state - Image

Telsa employees work outside a Tesla showroom in Burbank, California, March 24, 2020. - Luxury electric car maker Tesla ended up closing its California plant in Fremont, a concession by its maverick head Elon Musk after a drawn-out standoff with the state

JawaPos.com – Tesla mengubah kebijakannya mengenai mata uang kripto bitcoin. Kamis (13/5) perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu mengumumkan keputusannya untuk tidak lagi menerima pembayaran melalui teknologi blockchain.

Musk mengambil langkah tersebut sebagai reaksi atas desakan sejumlah investor Tesla yang sadar isu lingkungan. Dia mengumumkan keputusan itu melalui akun Twitter pribadinya. Dia menegaskan bahwa perusahaannya tidak lagi menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

’’Kami resah dengan penambangan bitcoin yang justru membuat penggunaan energi fosil semakin bertambah. Terutama, penggunaan batu bara yang merupakan sumber energi dengan emisi terburuk,’’ paparnya sebagaimana dilansir BBC.

Pengumuman terbaru itu menghapuskan pernyataan Musk sebelumnya pada Maret. Saat itu, sang konglomerat mengundang pemilik bitcoin untuk membeli mobil listriknya dengan uang kripto tersebut. Itu merupakan aksi lanjutan dari pengumumannya tentang Tesla yang membeli USD 1,5 miliar bitcoin pada Februari lalu. Pembelian itu dianggap mendorong keuntungan perusahaan menjadi USD 438 juta pada kuartal I.

Sejak saat itu, Musk menuai protes luas. Terutama, dari para aktivis lingkungan hidup. Mereka menyatakan bahwa aktivitas penambangan uang kripto alias mining mengonsumsi banyak listrik. Padahal, sebanyak 75 persen pemilik bitcoin berada di Tiongkok. Listrik di Negeri Panda itu dibangkitkan dari energi batu bara.

Sementara, jejak karbon uang kripto setara dengan pembuangan emisi kota-kota besar di Tiongkok. ’’Uang kripto adalah ide yang cemerlang. Tapi, ide itu tak boleh membuat lingkungan hidup rusak,’’ imbuh Musk.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore