![Rangka Yamaha yang mempunyai sistem drainase. [Foto: Dony] - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2023/08/31/Rangka-Yamaha-2019152714.jpg)
Rangka Yamaha yang mempunyai sistem drainase. [Foto: Dony]
JawaPos.com - Isu rangka eSAF (enhance Smart Architecture Frame) sasis plat baja pada Honda Genio, BeAT terbaru, Scoopy, dan Vario 160 besutan PT Astra Honda Motor (AHM) ramai diperbincangkan.
Bahkan diberitakan JawaPos.com sebelumnya Kementerian Perhubungan atau Kemenhub akan melakukan pemanggilan terhadap AHM selaku pemegang merek dengan logo sayap mengepak tersebut.
Di tengah terpaan isu tersebut, rival merek Jepang lainnya yaitu Yamaha melalui PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), memberikan penjelasan terkait cara pembuatan sasis tubular yang selama ini dipakai dibeberapa lineupnya produksi pabrik di Pulogadung, Jakarta Timur.
Dyonisius Beti selaku Presiden Direktur dan CEO YIMM, mengungkapkan sebelum melakukan produksi masal pihaknya terlebih dahulu mempelajari kondisi cuaca di Indonesia. Ini akan menentukan bahan baku yang digunakan, sekaligus bagaimana desain rangka motor, ini akan menentukan kulitas rangka dalam pemakaian.
"Masalah rangka semua itu terkait cuaca yang ada. Kita ketahui Indonesia punya kelembapan tinggi. Karat itu bukan hanya di motor [rangka], bahan dan desain juga menentukan. Desain rangka kami ada yang namanya drainase yaitu lubang di beberapa titik sasis untuk pengeluaran air. Ini untuk memudahkan air keluar dan tak ada pengendapan," ujar Beti saat ditemui di Pabrik Yamaha Pulogadung, Jakarta, Kamis [31/8].
Beti juga menambahkan bahwa Yamaha terkait bahan baku yang digunakan secara umum juga sangat berpengaruh. Dirinya mengklaim rangka dibuat lebih tebal dua kali lipat dibandingkan industri lainnya.
"Kami tidak bicara merek lain, tapi ketebalan sangat berpengaruh dalam kemampuan menahan karat, besi yang lebih tebal itu akan lebih kuat dari pada yang tipis dan itu hal pertama. Kedua adalah drenase sistem yang ada di rangka juga harus tepat. Lalu berikutnya adalah proteksi rangka [kualitas Welding maupun coatting]," ujarnya.
Menurutnya banyak proteksi terkait rangka agar menghasilkan kualitas yang bagus yang dikaitkan dengan kondisi cuaca di Indonesia. Menurut Beti, Yamaha melakukan pengecatan rangka dengan sistem celup yang bisa melindungi bagian luar dan dalam.
"Ketebalan cat kami saya kira cukup tebal yaitu mencapai 22 mikron. Kita ambil contoh dari produk kami yang sudah 2O TAHUN YAITU Mio yang hingga saat ini tanpa ada masalah. Itu menunjukkan kualitas kita baik," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
