Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 04.48 WIB

Virus Korona Disebut Ganggu Industri Mobil Global

Ilustrasi: Perakitan mobil. (Carscoops). - Image

Ilustrasi: Perakitan mobil. (Carscoops).

JawaPos.com - Wabah virus korona di Wuhan, Tiongkok, disebut mengancam dan memiliki efek jangka panjang di pasar mobil global. Sehingga memengaruhi rantai pasokan otomatis dan penurunan penjualan nasional.

Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari CNN Business via Carscoops, Senin (10/2), sebelum virus korona melanda, penjualan mobil di Tiongkok diketahui telah turun selama dua tahun berturut-turut. Ini dikarenakan ekonomi yang melambat dan hilangnya insentif pajak untuk mobil listrik.

Kini, situasi tersebut diperparah karena virus korona mematikan telah menyebar. Sehingga beberapa pabrik besar telah diperintahkan untuk tetap tutup sampai minggu depan.

Efek tersebut menurut S&P Global Ratings, wabah ini juga akan memaksa produsen mobil di seluruh Asia untuk memangkas produksi sekitar 15 persen pada kuartal pertama. Perusahaan dengan pabrik di kota Wuhan, pusat virus korona, seperti GM, Nissan, Renault, Honda, dan Grup PSA, secara khusus terekspos sebagai kota dan bagian lain dari provinsi Hubei merupakan 9 persen dari total produksi otomatis Tiongkok.

Volkswagen juga berisiko karena mengoperasikan 24 pabrik yang memproduksi mobil atau suku cadang di Tiongkok, yang jumlahnya tidak kurang dari 40 persen dari produksi globalnya. Untuk saat ini, pembuat mobil mengatakan, pengiriman yang direncanakan kepada pelanggan belum berubah. Sebab rantai pasokannya berada di jalur yang telah disiapkan untuk memulai produksi.

Ketika krisis berlanjut, akan semakin besar kemungkinan rantai pasokan mobil global akan rusak. Pemasok otomotif besar seperti Bosch, Schaeffler, ZF Friedrichshafen, Faurecia, dan Valeo semuanya memiliki operasi yang signifikan di Tiongkok.

Awal pekan ini, seperti juga sudah diberitakan sebelumnya, Hyundai membuat keputusan drastis untuk menunda produksi di pabrik-pabrik Korea Selatan. Ini karena virus telah memengaruhi pasokan suku cadangnya dari Tiongkok.

"Bahkan industri yang tampaknya memiliki eksposur rendah ke pemasok Tiongkok hampir pasti akan berisi perusahaan yang sangat bergantung pada input dari sana," kata ekonom global di Capital Economics Simon MacAdam.

“Ini hanya membuat kemacetan dalam produksi satu komponen bernilai rendah, tetapi penting, untuk membuat produksi hilir bernilai lebih tinggi dapat berhenti," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore