
Diskusi Economic Outlook Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aspek harga yang masih sangat tinggi menjadi salah satu faktor adopsi massal kendaraan listrik di Indonesia masih sulit terwujud. Adopsi secara massal mobil listrik di Indonesia diprediksi baru akan terwujud dalam 10 sampai 15 tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyampaikan, kemampuan konsumen mobil di Indonesia masih berada di kisaran Rp 300 juta. "Kalau mobil listrik harganya masih di atas Rp 800 juta, itu akan sulit untuk tumbuh," ujar Kukuh saat diskusi Economic Outlook Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12).
Di negara maju seperti Inggris saja, menurut Kukuh, adopsi mobil listrik membutuhkan waktu yang tak sebentar. "Kunci yang paling besar adalah pada harga, adopsi mobil listrik rata-rata 15-20 tahun tergantung pada GDP negara yang bersangkutan," jelas Kukuh.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Zainal Arifin, Team Leader EV Infrastructure Development PLN. Menurutnya, paling cepat, Indonesia baru akan bisa mengadopsi mobil listrik pada 2030 mendatang.
"Dari segi ekonomis baterai, nilai ekonomi baterai mobil listrik baru akan bisa turun (lebih murah) pada 2030," ungkapnya. Sebagai informasi, salah satu yang membuat mobil listrik menjadi mahal adalah pada sisi baterainya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Econom Danareksa Research Institute (DRI) Moekti Prasetiani Soejachmoen memaparkan, secara global, proporsi produksi mobil listrik akan terus meningkat dengan pertumbuhan produksi mobil keseluruhan sebesar 25 persen.
"Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia siap dengan business plan untuk mobil listrik atau konsumsinya ketika meningkat. PLN misalnya akan menyediakan charging station bekerja sama dengan Pertamina," jelas Moekti.
Meski dikatakan siap, lanjut Moekti, hambatan selain dari sisi harga untuk adopsi mobil listrik di Indonesia adalah masih banyak keraguan dari sisi konsumen. Dari sisi permintaan, beberapa concern konsumen adalah sektor edukasi tentang running of power ketika kehabisan daya saat di jalan.
Kemudian ketersediaan charging station di Indonesia juga masih belum banyak infrastrukturnya. Terakhir, harga mobil listrik yang mahal untuk pembelian awal membuat konsumen masih belum nyaman membelinya.
Sektor otomotif lainnya, menurut Moekti, tidak hanya mobil, tetapi juga ada komponen lainnya. Salah satu faktor yang membuat Indonesia agak tertinggal adalah keterlibatan pada global production network (GPN) yang sangat lemah. Hal itu juga yang membuat adopsi mobil listrik menjadi terhambat di Tanah Air.
"Dari sisi penawaran, Indonesia memiliki kesempatan untuk bergabung pada GPN baru di mobil listrik dengan ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan dari sisi produksi baterai. Itu tantangannya, partisipasi kita pada GPN masih rendah, konsistensi kebijakan pemerintah pada mobil masa depan dan sumber listrik bagi mobil listrik masih belum jelas," tegas Moekti.
Untuk GPN, Kukuh menambahkan, yang menyebabkan Indonesia menjadi lemah adalah kebijakan modal asing yang terlalu kaku. Faktor lain, tingginya biaya transaksi perdagangan karena adanya hambatan perdagangan dan kesiapan tenaga kerja serta fokus pasar juga perlu diperhatikan.
"Indonesia dapat berpartisipasi dalam GPN mobil listrik dengan fokus pada industri baterai sesuai dengan cadangan SDA yang ada di Indonesia. Kesiapan sumber daya manusia penting untuk menjaga daya saing dengan negara lain dan terutama dalam pengembangan mobil Iistrik," tandas Moekti.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
