Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2019 | 00.29 WIB

Leasing dan Asuransi Tertekan

RAIH TARGET: Gunawan Salim (kanan) memberi edukasi tentang produk Astra Financial di ICE BSD City, Tangerang, kemarin (21/7). Dalam GIIAS 2019, Astra Financial menargetkan sedikitnya bisa meraih pengajuan kredit Rp 1 triliun. (Raka Denny/Jawa Pos) - Image

RAIH TARGET: Gunawan Salim (kanan) memberi edukasi tentang produk Astra Financial di ICE BSD City, Tangerang, kemarin (21/7). Dalam GIIAS 2019, Astra Financial menargetkan sedikitnya bisa meraih pengajuan kredit Rp 1 triliun. (Raka Denny/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lesunya penjualan otomotif pada semester pertama tahun ini turut memukul perusahaan pembiayaan (leasing) dan asuransi kendaraan bermotor di bawah Astra Financial. Karena itu, Astra Financial pun menyiapkan berbagai strategi dan diversifikasi usaha untuk mendongkrak kinerja pada semester kedua.

"Kinerja perusahaan pembiayaan dan asuransi di bawah Astra Financial masih baik meski tahun ini penuh tantangan. Kita bersama-sama industri otomotif berusaha mengatasi lesunya daya beli masyarakat," ujar Project Director GIIAS 2019 Astra Financial yang juga Chief Marketing Officer Retail Business Asuransi Astra Gunawan Salim di sela pameran GIIAS 2019.

Gunawan mengungkapkan, perusahaan yang hanya bergantung pada sektor otomotif sudah pasti akan melemah dalam hal kinerja. Tetapi, hal itu bisa diatasi jika mampu membuat program-program yang menarik untuk mendorong daya beli masyarakat.

"Untuk perusahaan pembiayaan bisa dengan memberikan bunga nol persen atau uang muka rendah," tuturnya.

Photo



Saat ini terdapat enam lembaga jasa keuangan (LJK) di bawah Astra Financial. Yakni, Bank Permata, Astra Credit Company (ACC), FIF Group, Toyota Astra Finance (TAF), Asuransi Astra, dan Astra Life. Menurut Gunawan, perusahaan asuransi kendaraan bermotor juga mengalami tekanan pada tahun ini.

"Asuransi di bawah Astra juga, tetapi untungnya kita memiliki diversifikasi usaha," ujarnya.

Gunawan mengakui pendapatan asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan, tetapi tertolong kenaikan di sektor yang lain. "Saat otomotif turun, ternyata kontribusi dari segmen komersial seperti asuransi properti dan alat berat, juga asuransi kesehatan, sedang naik. Makanya, semester satu ini bisa tertutupi dari kenaikan dua segmen itu," tambahnya.

Khusus asuransi di bawah Astra, lanjut dia, sekitar 50 persen pendapatan diperoleh dari kendaraan bermotor, 30 persen dari segmen komersial, dan 20 persen dari kesehatan.

"Maka dari itu, kita cukup bersyukur kinerja Astra Financial masih baik meski kondisi pasar otomotif sedang lesu seperti sekarang," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore