JawaPos.com - Beberapa nama model mobil cukup ikonik seperti salah satunya adalah Nissan Skyline. Di kalangan petrol head alias pecinta mobil, nama Skyline begitu melekat dan menjadi salah satu mobil yang wajib dimiliki untuk dikoleksi.
Selain karena namanya, Nissan Skyline juga dikenal karena performanya yang buas. Line-up Nissan Skyline begitu melegenda karena sematan mesin-mesin berkinerja tinggi di balik kap mesinnya.
Meskipun telah dikaitkan dengan mobil sport berperforma tinggi selama beberapa dekade, papan nama tersebut telah digunakan pada sedan Infiniti yang diberi lencana ulang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, itu bisa segera berubah jika ada laporan baru dari Jepang yang bisa dipercaya.
Seperti kebanyakan pembuat mobil lainnya, Nissan berada di tengah-tengah periode transformatif yang akan meluncurkan sejumlah besar Electric Vehicle (EV) pada tahun 2030 dan sayangnya bagi penggemar mobil tradisional, dilaporkan telah memutuskan untuk menggunakan papan nama Skyline untuk EV baru.
BestCarWeb menegaskan model ini akan mengikuti Nissan Ariya dan berubah bentuk menjadi sebuah crossover, bukan lagi sedan atau coupe yang biasa di-tuning untuk mobil balap. Kabarnya, Nissan Skyline selanjutnya bisa menjadi SUV bertenaga listrik.
Sejauh ini, detail mengenai informasi tersebut masih terbatas dan kabarnya juga dapat diberi emblem Infiniti di pasar Amerika Utara. Jika nama Skyline akan digunakan untuk model ini, maka aman untuk mengatakan itu tidak akan digunakan untuk pengganti Nissan GT-R yang telah lama ditunggu-tunggu.
Namun, demikian, dilansir via Carscoops, sejauh laporan ini belum terbukti kebenarannya, maka ini masih menjadi rumor belaka. Jika model yang dikabarkan ini ternyata benar maka akan didukung oleh platform CMF-EV yang sama dengan Nissan Ariya.
Laporan dari Jepang lainnya menambahkan bahwa itu bisa memiliki dua motor listrik yang digabungkan untuk menghasilkan 450 hp dan akan menggunakan sistem penggerak semua roda e-4ORCE yang sama dari Ariya. Jika kendaraan memiliki 450 hp, itu akan memberikan keunggulan tenaga yang sehat atas Ariya andalannya dengan 389 hp.
Sebagai bagian dari upaya elektrifikasi, Nissan mengharapkan 98 persen dari penjualannya di Eropa terdiri dari kendaraan hibrida dan baterai-listrik pada tahun fiskal 2026. Pembuat mobil Jepang berencana untuk memperkenalkan 27 model listrik, termasuk 19 EV pada tahun 2030 dan percaya bahwa pada tanggal ini, kendaraan listrik akan mencapai 55 persen dari penjualan globalnya.