
LEBIH DARI HOBI: Mobil VW Combi, salah satu mobil yang rekomended untuk keseharian.
JawaPos.com - Mahal, boros, dan sulit perawatannya karena mesin yang sudah lapuk dimakan usia. Images itu mungkin menjadi kendala bagi orang yang sebenarnya ingin menjadikan mobil tua sebagai kendaraan tumpangannya.
Namun, itu tak berarti lagi ketika memang sudah mengenalnya lebih dalam. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi, memudahkannya untuk mencari spare part yang kadang sulit dicari.
"Untuk orang-orang yang baru menggemari atau mempunyai VW (Volkswagen), masalah perawatan tidak terlalu sulit. Spare part maupun pernak-pernik juga mudah didapatkan," kata Ketua dari Volkswagen Club Yogyakarta (VCY), Sumartoyo, di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (19/11).
Beberapa tips, dalam perawatannya ini dapat dilakukan oleh pemilik baru VW. Pertama, yaitu rutin melakukan pengecekan kabel selang bensin. Serta kabel busi yang rawan bocor. "Karena mobil usianya sudah lama, jadi harus dicek atau direstorasi. Kalau perlu diganti dengan yang baru. Biasanya mereka yang kebakaran itu karena kurang teliti saja," katanya.
Kemudian, pengecekan selang karburator. Agar saluran bahan bakar bisa maksimal saat akan dikompresi. Satu hal lagi, yaitu memastikan oli mesin tidak bocor. "Asal oli mesin tidak kurang, itu jalannya lancar. Karena sistem pendinginan mesin VW tidak menggunakan air radiator, tapi memakai sirkulasi oli," ucapnya.
Kebutuhan bengkel pun, di kota-kota besar selalu ada. Termasuk di Jogja, menurutnya tak kurang dari enam lokasi yang bisa mengerjakan mesin tua ini. "Spare part juga tak usah khawatir. Mau yang baru, murah, kualitas bagus. Dulu memang harus mencari dulu di Jakarta atau di daerah lain. Tapi sekarang dijual online, tinggal telepon," katanya.
Ditambah juga ketika ada even-even VW, termasuk Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Mereka para penggemar biasanya sengaja datang untuk mencari onderdil. "Bahkan dari Malaysia, Singapura datang ke JVWF hanya untuk mencari barang," ujarnya.
Jadi, tak perlu khawatir ketika memang menyukai dan ingin menggunakan mobil VW ini untuk keseharian. Karena harga yang selain murah juga perawatannya yang mudah. "Bahan bakar, standar. Kalau untuk keseharian, fleksibel. Contohnya mobil VW Combi itu, selain bisa mengangkut penumpang juga barang. Lain memang kalau untuk kolektor," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
